Selasa, 12 Mei 2026

Krisis Iran

Teheran Sesumbar Punya Rudal Lebih Gahar dari Perang 12 Hari Vs Israel, Trump Ragu Serang Iran?

Iran klaim memiliki teknologi rudal terbaru jauh lebih mematikan dan presisi, dibanding senjata yang mereka gunakan saat hadapi Israel tahun lalu.

Tayang:
Editor: Willem Jonata
Kolase Tribunnews
TEMBUS PATRIOT - Amerika Serikat akhirnya mengakui rudal Iran mampu menjebol sistem pertahanan udara Patriot yang mereka tempatkan di Qatar. 

Ringkasan Berita:
  • Iran tak gentar dengan ancaman Presiden AS Donald Trump
  • Teheran sesumbar teknologi persenjataan mereka berkembang dan lebih baik setelah perang 12 hari melawan Israel tahun lalu
  •  Trump masih melihat perkembangan dari situasi yang akan terjadi. Ia bahkan menaruh harapan untuk tak menggunakan kekuatan yang dikerahkan

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di kawasan Teluk kian memuncak setelah Iran melontarkan gertakan keras sebagai respons atas pengiriman armada tempur Amerika Serikat.

Teheran sesumbar memiliki teknologi rudal terbaru yang jauh lebih mematikan dan presisi dibandingkan senjata yang mereka gunakan saat kontra Israel dalam perang 12 hari pada 2025 lalu.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik, menegaskan bahwa militer Iran tidak hanya meningkatkan kualitas, tetapi juga kuantitas cadangan rudal mereka sejak gencatan senjata Juni tahun lalu.

“Kapasitas kuantitatif dan kualitatif kekuatan rudal Iran telah meningkat pesat. Kemampuan pertahanan kami jauh lebih efektif berkat pengalaman tempur melawan Israel (tahun 2025),” ujar Talaei-Nik, dikutip dari kantor berita Tasnim, Sabtu (24/1/2026).

Jenderal Talaei-Nik menambahkan bahwa Iran sengaja merahasiakan spesifikasi kemajuan rudal terbarunya. 

Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan "kejutan" fatal bagi musuh di waktu yang tepat.

Ia bahkan menilai retorika Amerika Serikat yang cenderung berubah-ubah sebagai bukti ketakutan Washington terhadap kekuatan pertahanan Iran.

"Retorika musuh yang ragu-ragu terhadap Iran membuktikan bahwa mereka takut akan kapasitas pertahanan dan kekuatan rudal kami," tegasnya.

Trump berhati-hati

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln beserta armada pengiringnya tengah bergerak menuju Teluk Persia. 

Namun, berbeda dengan ancaman-ancaman sebelumnya yang sangat agresif, kali ini Trump menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati.

“Kita memiliki kekuatan besar yang menuju ke Iran. Saya lebih suka tidak melihat apa pun terjadi, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat," kata dikutip dari Aljazeera. 

Trump masih melihat perkembangan dari situasi yang akan terjadi. Ia bahkan menaruh harapan untuk tak menggunakan kekuatan tersebut.

“Kita memiliki banyak kapal yang menuju ke arah itu untuk berjaga-jaga, kita memiliki armada besar yang menuju ke arah itu, dan kita akan lihat apa yang terjadi."

"Dan mungkin kita tidak perlu menggunakannya,” kata Trump.

Di kesempatan itu, Trump juga memperingatkan Teheran untuk tidak membunuh para demonstran atau memulai kembali program nuklirnya.

(PressTV/ Tasnim/ Aljazeera)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved