Harga Emas
Dolar Melemah, Emas Makin Menarik: Harga Emas Dunia Tembus 5.000 Dolar AS per Gram
Harga emas tembus 5.000 dolar AS per gram untuk pertama kalinya, didorong krisis kepercayaan global, geopolitik memanas, dan pelemahan dolar AS.
Ringkasan Berita:
- Harga emas dunia menembus rekor 5.000 dolar AS per gram di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
- Gejolak geopolitik, kebijakan AS yang tidak konsisten, dan pelemahan dolar AS mendorong investor beralih ke aset aman.
- Analis menilai reli emas masih berpotensi berlanjut meski koreksi jangka pendek tetap mungkin terjadi.
TRIBUNNEWS.COM - Harga emas dunia mencatat tonggak bersejarah pada perdagangan Senin (26/1/2026) setelah menembus level 5.000 dolar AS per ounce atau per gram untuk pertama kalinya.
Satu ounce emas setara dengan 31,1 gram.
Nilai emas ini bisa berfluktuasi setiap hari, tergantung pada kurs rupiah serta harga emas di pasar internasional.
Kenaikan ini memperpanjang reli kuat emas di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Pada pukul 03.23 GMT atau 10.23 WIB, harga emas spot naik 1,98 persen menjadi 5.081,18 dolar AS per gram, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor intraday di 5.092,71 dolar AS per gram.
Jika dikonversikan ke mata uang Indonesia, harga 5.081,18 dolar AS per gram setara sekitar 85–86 juta rupiah per gram.
Sementara itu, rekor intraday 5.092,71 dolar AS per gram berada di kisaran 85,6–86,3 juta rupiah per gram, tergantung nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat transaksi.
Di sisi lain, emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari turut menguat 2,01 persen ke level 5.079,30 dolar AS per gram, yang setara sekitar 85–86 juta rupiah per gram, bergantung pada pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS.
Lonjakan ini menjadi salah satu kenaikan paling signifikan dalam sejarah perdagangan logam mulia.
Sepanjang 2025, harga emas tercatat melonjak sekitar 64 persen, dan sejak awal 2026 telah bertambah lebih dari 17 persen.
Faktor Pendorong Reli Emas
Analis menilai reli emas dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi dan geopolitik.
Faktor-faktor tersebut mencakup meningkatnya ketegangan geopolitik global, ketidakpastian kebijakan fiskal dan moneter di negara-negara ekonomi utama, serta kekhawatiran investor terhadap stabilitas sistem keuangan dunia.
Analis pasar senior Capital.com, Kyle Rodda, mengatakan lonjakan harga emas mencerminkan krisis kepercayaan terhadap pemerintahan Amerika Serikat dan aset berbasis dolar.
Baca juga: Harga Emas Dunia Hari Ini Meroket, Bagaimana Harga di Pegadaian?
Menurutnya, sejumlah keputusan kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai tidak konsisten dalam beberapa pekan terakhir telah mengguncang pasar global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/harga-emas-5000-dolar-as.jpg)