Harga Emas
Dolar Melemah, Emas Makin Menarik: Harga Emas Dunia Tembus 5.000 Dolar AS per Gram
Harga emas tembus 5.000 dolar AS per gram untuk pertama kalinya, didorong krisis kepercayaan global, geopolitik memanas, dan pelemahan dolar AS.
Ancaman tarif yang berubah-ubah menjadi salah satu pemicu utama kegelisahan investor.
Trump sempat membatalkan rencana tarif terhadap Uni Eropa terkait isu Greenland, namun kemudian mengancam mengenakan tarif 100 persen terhadap Kanada jika negara tersebut memperdalam kerja sama dagang dengan China.
Selain itu, Trump juga mengancam tarif 200 persen terhadap anggur dan sampanye Prancis sebagai bagian dari tekanan diplomatik terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Langkah-langkah tersebut dinilai memperburuk ketidakpastian kebijakan perdagangan global.
“Pemerintahan AS telah menciptakan keretakan permanen dalam tatanan kepercayaan yang selama ini berlaku, dan emas kini dipandang sebagai satu-satunya alternatif yang aman,” kata Rodda kepada Reuters.
Dolar Melemah, Emas Makin Menarik
Daya tarik emas semakin menguat seiring melemahnya dolar AS.
Pada awal pekan, dolar tertekan akibat penguatan yen Jepang dan spekulasi pasar menjelang pertemuan Federal Reserve, sehingga investor mengurangi eksposur terhadap mata uang AS.
Pelemahan dolar membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli internasional dan mendorong peningkatan permintaan global.
Investor juga terus meninggalkan obligasi pemerintah dan mata uang utama dalam fenomena yang disebut pelaku pasar sebagai “perdagangan penurunan nilai.”
Direktur Metals Focus, Philip Newman, memperkirakan tren kenaikan emas masih akan berlanjut meski potensi koreksi jangka pendek tetap ada.
Ia memproyeksikan harga emas dapat mencapai kisaran 5.500 dolar AS per gram hingga akhir tahun.
Sebagai gambaran, harga 5.500 dolar AS per gram setara sekitar 91–93 juta rupiah per gram, dengan asumsi nilai tukar rupiah berada di kisaran 16.500–16.900 rupiah per dolar AS.
Bank Sentral dan Logam Mulia Lain Ikut Menguat
Baca juga: Harga Emas Melejit, Tembus 5.000 Dolar AS untuk Pertama Kalinya Gara-gara Gejolak Global
Bank sentral global tercatat terus mengakumulasi emas secara agresif sebagai upaya diversifikasi cadangan devisa.
Goldman Sachs memperkirakan pembelian emas oleh sektor resmi mencapai rata-rata 60 ton per bulan, jauh di atas level sebelum 2022.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada emas, tetapi juga meluas ke seluruh sektor logam mulia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/harga-emas-5000-dolar-as.jpg)