Jumat, 29 Mei 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Trump Ancam Putus Dukungan AS jika Al-Maliki Kembali Berkuasa di Irak

Trump mengancam akan menghentikan dukungan Amerika Serikat jika Nouri al-Maliki kembali memimpin Irak.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
Kolase Tribunnews: Instagram realdonaldtrump, Twitter/X @nourialmalikiiq
AS DAN IRAK - Kolase foto Donald Trump dalam postingan Instagram 27 September 2025 (kiri) dan Nouri Al-Maliki dalam postingan Twitter 5 Oktober 2025. Trump mengancam akan menghentikan dukungan Amerika Serikat jika Nouri al-Maliki kembali memimpin Irak. 

Sebagian besar pendapatan ekspor minyak Irak disimpan di Federal Reserve Bank New York sebagai pengaturan yang diberlakukan setelah invasi AS 2003.

Reuters melaporkan, pemerintahan Trump bahkan mengancam sanksi terhadap Irak jika kelompok bersenjata pro-Iran dilibatkan dalam pemerintahan baru.

Dalam surat resmi kepada pemerintah Irak, perwakilan AS menyatakan bahwa meski pemilihan perdana menteri merupakan hak kedaulatan Irak, AS tetap akan mengambil keputusan sendiri demi kepentingan nasionalnya.

Iran sendiri memiliki hubungan luas dengan berbagai aktor politik Irak, termasuk partai-partai Syiah, milisi, dan pejabat senior.

Iran juga memandang Irak sebagai jalur ekonomi penting di tengah sanksi AS.

Selama bertahun-tahun, AS berupaya membatasi penggunaan sistem perbankan Irak oleh Iran.

Anggota DPR AS Joe Wilson menegaskan sikap Washington.

“Di bawah Presiden Donald J Trump, posisi Amerika Serikat jelas dan tegas,” tulis Wilson di X.

Ia mengatakan, pemerintahan Irak mana pun harus membubarkan milisi terkait Iran dalam 12 bulan serta mengusir penasihat dan agen Iran.

“Pengaruh Iran di Irak tidak akan lagi ditoleransi,” ujarnya.

Berulang Kali Trump Campuri Urusan Negara Lain

Donald Trump semakin sering campur tangan dalam urusan negara lain. 

Ia memulai tahun ini dengan serangan ke Venezuela, menangkap presiden negara itu Nicolas Maduro, sekaligus menegaskan kendali AS atas cadangan minyak negara itu.

Trump juga menekan kepemimpinan baru untuk memerintah sesuai dengan tuntutan Amerika Serikat.

Tak hanya itu, Trump meningkatkan tekanan ekonomi pada sekutu, mengancam Kanada dengan tarif 100 persen atas urusan bisnisnya dengan China dan mengenakan tarif baru pada Eropa sebelum mundur di tengah perlawanan terhadap ambisi teritorialnya di Greenland. 

Awal bulan ini, Trump juga mengancam akan campur tangan di Iran untuk mendukung para demonstran anti-rezim, hanya beberapa bulan setelah ia membom fasilitas nuklir Iran.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved