Rabu, 27 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Araghchi: Jika Mau Negosiasi, AS Harus Berhenti Ancam Iran

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebut jika mau melanjutkan negosiasi, AS harus berhenti ancam Iran. Sebut Iran siap membalas jika di serang.

Tayang:
Foto: Sergei Karpukhin, TASS/Kremlin
MENLU IRAN - Foto ini diambil dari laman Presiden Rusia pada Kamis (7/8/2025), memperlihatkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (tidak terlihat dalam foto) di Moskow pada 23 Juni 2025. - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebut jika mau melanjutkan negosiasi, AS harus berhenti ancam Iran. 

Araghchi menolak kontak langsung dengan Washington sejak Juni, dan mencatat pesan-pesan pasca-September melalui utusan AS gagal mencegah langkah-langkah pengembalian sanksi oleh Eropa, yang semakin memperdalam ketidakpercayaan.

Ia menyimpulkan proses diplomatik baru yang didasarkan pada rasa saling menghormati dan kejujuran sangat penting untuk meredakan ketegangan, lapor IRNA.

Trump Mengancam Iran

Pernyataan Menteri Luar Negeri Iran menyusul ancaman baru dari Washington, di mana Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mendesak Iran untuk menandatangani kesepakatan nuklir yang disebutnya "adil" atau menghadapi potensi serangan militer AS lainnya.

Pada hari Kamis, Trump mengatakan dia telah melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Iran dan berencana untuk melakukan diskusi lebih lanjut.

“Saya sudah dan berencana untuk melakukannya,” katanya ketika ditanya tentang status pembicaraannya dengan Teheran, Kamis (29/1/2026). 

“Kita memiliki banyak kapal yang sangat besar dan sangat kuat yang berlayar ke Iran saat ini, dan akan lebih baik jika kita tidak perlu menggunakannya," lanjutnya.

Trump tidak menyebutkan kepada siapa dia berbicara, tetapi dia menjelaskan pesan yang dia sampaikan, seperti diberitakan CNN. 

“Saya mengatakan dua hal kepada mereka,” kata Trump, seraya menambahkan, “Pertama, jangan ada senjata nuklir. Dan kedua, hentikan pembunuhan terhadap para demonstran.”

AS mengancam Iran dengan meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah, selain memaksa Iran kembali ke meja perundingan untuk perjanjian nuklir.

Tahun lalu, AS mendukung sekutunya, Israel, dengan menyerang fasilitas nuklir Iran.

Dimulai pada akhir tahun lalu, Iran menghadapi protes anti-pemerintah yang dipicu oleh demonstrasi atas keterpurukan ekonomi Iran.

Trump mengancam pemerintah Iran dengan opsi militer untuk melakukan intervensi, jika pemerintah Iran tidak menghentikan kekerasan terhadap para demonstran.

Kesepakatan Nuklir Iran dan AS

Kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tahun 2015 adalah pakta di mana Iran setuju membatasi program nuklirnya agar tidak menghasilkan senjata nuklir, sebagai imbalan pencabutan sanksi internasional. 

AS keluar dari kesepakatan ini pada 2018, yang membuat hubungan kedua negara memanas dan negosiasi berulang kali tersendat.

Washington mendesak Iran untuk menghentikan pengayaan uranium, tetapi Teheran melihatnya sebagai pelanggaran hak kedaulatan dan menolak tuntutan ini. 

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved