Rabu, 20 Mei 2026

Epstein Files

Skandal Dokumen Epstein: Mengapa Jutaan File Rahasia Elite Dunia Baru Dibongkar Sekarang?

Januari 2026, jutaan halaman dokumen dirilis sekaligus, menjadikannya salah satu pembukaan arsip investigasi terbesar dalam sejarah modern Amerika.

Tayang: | Diperbarui:
tangkap layar Metro.uk/Mainichi
SKANDAL GLOBAL - Donald Trump dan Epstein. Hubungan sosial Trump dan Epstein sudah lama diketahui sebelum keduanya berselisih. Dokumen berisi ribuan referensi, sebagian besar berupa artikel, gosip, atau pembahasan politik. 

Hubungan sosial Trump dan Epstein sudah lama diketahui sebelum keduanya berselisih.

Dokumen berisi ribuan referensi, sebagian besar berupa artikel, gosip, atau pembahasan politik.

FBI menyebut, banyak laporan masyarakat terkait tokoh terkenal dalam berkas tersebut dinilai tidak kredibel.

6. Bill Clinton

Mantan Presiden AS ini pernah beberapa kali bepergian dengan pesawat Epstein dan bertemu dalam acara sosial.

Perwakilannya menyatakan ia memutus hubungan setelah kasus pidana pertama Epstein pada 2006.

Tidak ada korban yang secara terbuka menuduh Clinton terlibat dalam kejahatan Epstein.

7. Steven Tisch

Pemilik bersama New York Giants disebut ratusan kali dalam email yang sebagian membahas perkenalan dengan perempuan dewasa.

Ia mengakui pernah berkomunikasi dengan Epstein, namun menyesalinya dan menegaskan tidak pernah mengunjungi pulau Epstein.

Korespondensi antara dua acara Epstein menawarkan untuk menghubungkan Tisch dengan banyak wanita selama bertahun-tahun.

Dalam satu pertukaran email 2013 dengan subjek "gadis Ukraina," Epstein mendorong Tisch untuk menghubungi seorang wanita, yang kecantikan fisiknya ia puji dalam istilah tak pantas.

8. Casey Wasserman

Ketua komite Olimpiade Los Angeles 2028 ini bertukar email bernada 'genit' dengan Ghislaine Maxwell pada awal 2000-an.

Ia menyatakan menyesal atas korespondensi tersebut dan menegaskan tidak memiliki hubungan bisnis maupun pribadi dengan Epstein.

9. Ehud Barak

Mantan Perdana Menteri Israel tercatat sering berkomunikasi dan bertemu Epstein, termasuk setelah vonis 2008.

Barak mengakui kunjungan tersebut namun membantah pernah menyaksikan perilaku tidak pantas.

10. Larry Summers

Mantan Menteri Keuangan AS dan Presiden Harvard ini disebut dalam banyak catatan pertemuan dan makan malam.

Ia pernah menyebut hubungannya dengan Epstein sebagai 'kesalahan besar'.

11. Howard Lutnick

Menteri Perdagangan AS dalam pemerintahan Trump tercatat pernah menerima undangan ke pulau Epstein bersama keluarganya.

Pihaknya menyatakan interaksi tersebut terbatas dan tidak ada tuduhan kesalahan terhadap dirinya.

12. Sergey Brin

Pendiri Google muncul dalam email awal 2000-an terkait undangan makan malam dan acara film di rumah Epstein.

Tidak ada indikasi dalam dokumen bahwa ia mengetahui kejahatan yang kemudian terungkap.

13. Steve Bannon

Mantan penasihat Trump bertukar ratusan pesan dengan Epstein, termasuk diskusi politik dan rencana film dokumenter yang disebut bertujuan memulihkan citra Epstein.

Bannon belum memberikan tanggapan publik terbaru terkait isi dokumen.

14. Miroslav Lajčák

Penasihat keamanan nasional Slovakia ini mengundurkan diri setelah namanya muncul dalam dokumen.

Ia menyatakan komunikasi dengan Epstein berkaitan dengan tugas diplomatik dan menegaskan tidak melakukan pelanggaran.

Tokoh-tokoh Indonesia

Selain ke-14 nama tokoh global, dua tokoh nasional masuk dalam file Jeffrey Epstein.

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com di situs Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada Senin (2/2/2026), nama konglomerat Hary Tanoesoedibjo dan pendiri Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja masuk dalam Eipstein Files.

Namun, dalam keterangan yang tertulis dalam laporan tersebut, Harry dan Eka tidak terkait langsung dengan Epstein.

Hary hanya disebut terlibat dalam pengembangan hotel-hotel milik Presiden AS Donald Trump di Indonesia.

Diketahui Hary dan Trump memang bekerjasama dalam proyek bernama Trump Residences Indonesia yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat dan Bali.

Lalu, Hary juga disebut memperkenalkan Trump kepada 'orang CIA Indonesia' yang diduga adalah anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Namun tidak disebutkan nama dari orang tersebut.

"Hary Tanoesodibjo telah terlibat dalam pengembangan hotel-hotel Trump dan (Hary) merupakan seorang miliarder. Hary memperkenalkannya kepada orang CIA Indonesia," demikian tertulis dalam laporan tersebut.

Selain itu, Hary juga disebutkan membeli kediaman Trump di kawasan Beverly Hills, California, AS dengan 'harga yang dibesar-besarkan'.

Sementara, nama pendiri Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja tercantum dalam file Eipstein tersebut terkait penjualan mansion milik Trump di Beverly Hills pada tahun 2009 lalu.

Adapun properti Trump itu dibeli seharga 9,5 juta dolar AS. Sementara Eka disebut berkaitan dengan entitas dari Swiss di mana sebagai pembeli dari kediaman Trump tersebut.

Ada dugaan entitas yang dimaksud merupakan perusahaan cangkang milik Eka Widjaja.

"Pada musim panas 2009, dia (Trump) menjual rumah tersebut seharga 9,5 juta dolar AS - 800.000 dolar AS lebih rendah dari harga tahun sebelumnya - kepada entitas Swiss yang terkait dengan keluarga Eka Widjaja, seorang miliarder pengusaha keuangan Indonesia."

"Penjualan dilakukan secara tunai. Mantan pengacara Trump, Michael Cohen, mengajukan dokumen hukum untuk perusahaan cangkang yang terlibat dalam pembelian masnion tersebut dan ia menandatangani akta jual beli saat Trump menjual properti tersebut," demikian isi dari file tersebut.

Di sisi lain, nama-nama tokoh Tanah Air seperti Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan eks Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani turut tertulis dalam file milik Eipstein.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved