Epstein Files
PM Keir Starmer Tegaskan Tak Akan Mundur di Tengah Pusaran Skandal Epstein
Starmer menuai kecamansetelah ia menghiraukan kedekatan Jeffrey Epstein dan Dubes Inggris untuk Amerika Serikat yang ditunjuknya
Ringkasan Berita:
- PM Inggris Keir Starmer menegaskan tidak akan meninggalkan jabatannya dan tetap memegang teguh mandat untuk mengubah negara meskipun mendapat desakan mundur dari internal partai.
- Tekanan muncul akibat keputusan Starmer menunjuk Peter Mandelson sebagai Dubes AS, meski ia mengetahui kedekatan Mandelson dengan Jeffrey Epstein sebelum dokumen resmi (Epstein Files) dibuka.
- Peter Mandelson kini diselidiki polisi atas dugaan pembocoran rahasia negara terkait aset Inggris dan pajak kepada Epstein
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer, memberikan pernyataan tegas pada Selasa waktu setempat (10/2/2026) bahwa ia tidak akan pernah meninggalkan jabatannya.
Pernyataan ini muncul sebagai jawaban atas desakan mundur yang datang dari pemimpin Partai Buruh di Skotlandia serta sejumlah tokoh internal partai yang mempertanyakan otoritasnya.
Adapun tekanan hebat yang mendera Starmer terjadi akibat keputusannya menunjuk Peter Mandelson sebagai Duta Besar untuk Amerika Serikat.
Hal ini menuai kecaman banyak pihak setelah dokumen Jeffrey Epstein atau Epstein Files menunjukkan bahwa Mandelson selama ini dekat dengan sosok pelaku kejahatan seksual asal AS tersebut.
Kecaman pun kian menguat mengingat Starmer mengakui tetap menunjuk Mandelson meskipun informasi tersebut sudah ia ketahui jauh hari sebelum Epstein Files diumumkan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS).
Seperti yang diwartakan sebelumnya, Departemen Kehakiman AS menyertakan bukti berupa surel yang menunjukkan bahwa Mandelson diduga telah membocorkan diskusi mengenai potensi penjualan aset Inggris dan perubahan pajak kepada Epstein selama masa krisis keuangan.
Mandelson belum memberikan komentar publik terkait tuduhan pembocoran dokumen tersebut dan tidak menanggapi pesan yang meminta keterangan.
Saat ini, ia tengah berada di bawah penyelidikan kepolisian atas dugaan pelanggaran jabatan.
Starmer Melawan
Menghadapi derasnya tekanan untuk mundur tersebut, Starmer pun memilih untuk melawan.
Dalam kunjungannya ke sebuah pusat komunitas di Inggris bagian selatan, Starmer berusaha menunjukkan bahwa karier politiknya masih jauh dari kata berakhir.
Baca juga: PM Keir Starmer Akui Tutupi Koneksi Epstein dalam Penunjukan Dubes untuk AS
Langkah ini diambil hanya sehari setelah ia menerima tuntutan mundur dari pemimpin Partai Buruh Skotlandia, Anas Sarwar.
"Saya tidak akan pernah meninggalkan mandat yang diberikan kepada saya untuk mengubah negara ini," ujar Starmer di hadapan audiens seperti yang dikutip dari Reuters.
"Saya tidak akan pernah meninggalkan orang-orang yang saya perjuangkan, dan saya tidak akan pernah meninggalkan negara yang saya cintai." sambungnya.