Iran Vs Amerika Memanas
AS-Iran Resmi Adakan Negosiasi Jumat Besok, Ini Poin yang Bakal Dibahas
Inilah poin-poin yang bakal dibahas dalam negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran pada Jumat (6/2/2026) besok.
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi bakal mengadakan negosiasi pada Jumat (6/2/2026) besok.
- Negosiasi yang dimediasi oleh Qatar, Turki, dan Mesir akan membahas kerangka kerja untuk pembicaraan tersebut.
- Poin-poin penting dalam kerangka kerja yang diusulkan juga mencakup pembatasan penggunaan rudal balistik dan persenjataan sekutu Iran di kawasan tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi akan mengadakan negosiasi yang dimediasi oleh Qatar, Turki, dan Mesir pada Jumat (6/2/2026) besok.
Dalam negosiasi ini, para mediator telah menyampaikan kerangka kerja untuk pembicaraan tersebut.
Poin-poin penting dalam kerangka kerja yang diusulkan juga mencakup pembatasan penggunaan rudal balistik dan persenjataan sekutu Iran di kawasan tersebut.
Menurut laporan Al Jazeera, negosiasi ini diadakan ketika kawasan tersebut bersiap menghadapi serangan AS terhadap Iran.
Hal ini terjadi ketika Presiden AS Donald Trump memerintahkan pasukan untuk berkumpul di Laut Arab menyusul tindakan keras Iran terhadap para demonstran bulan lalu.
Lantas, apa saja poin-poin yang telah diajukan Qatar, Turki, dan Mesir?
Berdasarkan kerangka kerja yang diusulkan, Iran akan berkomitmen untuk tidak melakukan pengayaan uranium selama tiga tahun.
Setelah itu, Iran akan setuju untuk membatasi pengayaan uranium hingga di bawah 1,5 persen.
Persediaan uranium yang sangat diperkaya saat ini – termasuk sekitar 440 kg yang telah diperkaya hingga 60 persen – akan dipindahkan ke negara ketiga.
Kerangka kerja yang diusulkan melampaui program nuklir Iran, dengan para mediator mengusulkan agar Iran setuju untuk tidak mentransfer senjata dan teknologi kepada sekutu regionalnya yang bukan negara.
Dalam kerangka kerja ini, Teheran juga akan berjanji untuk tidak memulai penggunaan rudal balistik.
Baca juga: Dukungan Intelijen China ke Iran Mengalir di Tengah Ancaman Perang, Cegah Terbukanya Kotak Pandora
Hal ini masih jauh dari tuntutan AS agar Iran membatasi jumlah dan jangkauan rudal balistiknya.
Menurut salah satu sumber, ketiga mediator juga mengusulkan "kesepakatan non-agresi" antara Teheran dan Washington.
Belum diketahui bagaimana Washington atau Teheran menanggapi kerangka kerja yang diusulkan tersebut.
Sementara itu, AS telah memperjelas bahwa kesepakatan apa pun harus mencakup peraturan tentang program nuklir Iran, rudal, dan proksinya.