Iran Vs Amerika Memanas
Ancaman Nyata Trump ke Khamenei, Sebut Iran Harus 'Sangat Khawatir': Ya Memang Harus Begitu
Presiden AS, Donald Trump memberikan ancaman kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei menjelang negosiasi di antara keduanya.
Ringkasan Berita:
- Menjelang pertemuan, Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
- Dalam ancaman terbarunya, Trump memperingatkan bahwa Khamenei harus "sangat khawatir" menjelang negosiasi tersebut.
- Ketegangan keduanya terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terlebih setelah Iran dilanda demonstrasi besar-besaran dan pengerahan "armada besar" AS di kawasan itu.
TRIBUNNEWS.COM - Menjelang negosiasi nuklir, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan ancaman terhadap Iran.
Trump memperingatkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei harus "sangat khawatir" menjelang negosiasi tersebut.
Ketegangan keduanya terpantau meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Terlebih ketika Iran dilanda demonstrasi besar-besaran yang mengakibatkan puluhan ribu demonstrasi meninggal dunia, menurut beberapa sumber.
Dan juga setelahnya, AS mengirimkan "armada" militer mereka ke kawasan tersebut dan mengancam akan meluncurkan serangan besar-besaran.
"Saya rasa dia (pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei) seharusnya sangat khawatir. Ya, memang seharusnya begitu," kata Trump kepada NBC News.
Trump, yang pertama kali mengancam serangan terhadap Iran selama penindakan keras terhadap demonstrasi jalanan bulan lalu, mengatakan tindakannya telah mendukung para demonstran, meskipun tidak sampai melakukan tindakan langsung.
Direncanakan, pertemuan keduanya akan berlangsung pada Jumat (6/2/2026) besok di Ibu Kota Oman, Muscat.
Nantinya, pertemuan itu akan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan khusus Trump, Steve Witkoff.
Namun, kedua belah pihak tampaknya memiliki agenda yang berbeda.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menegaskan bahwa Trump ingin negosiasi tidak hanya fokus pada program nuklir Iran saja, tetapi juga pada jangkauan rudal balistik, dukungan terhadap organisasi teroris di seluruh wilayah, dan perlakuan terhadap rakyat mereka sendiri.
Baca juga: AS-Iran Resmi Adakan Negosiasi Jumat Besok, Ini Poin yang Bakal Dibahas
Sementara pihak Iran menegaskan bahwa negosiasi akan terbatas pada program nuklir dan pencabutan sanksi sebagai "tuntutan utama" negara tersebut.
"Jika kita tidak menghapus senjata nuklir itu, kita tidak akan memiliki perdamaian di Timur Tengah, karena negara-negara Arab tidak akan pernah bisa melakukan itu," tegas Trump.
"Dulu mereka sangat, sangat takut pada Iran. Sekarang mereka tidak takut lagi pada Iran," lanjutnya.
Trump juga mengatakan bahwa ia telah diberi informasi bahwa Iran berupaya menghidupkan kembali program nuklirnya di lokasi alternatif.