Iran Vs Amerika Memanas
Ancaman Nyata Trump ke Khamenei, Sebut Iran Harus 'Sangat Khawatir': Ya Memang Harus Begitu
Presiden AS, Donald Trump memberikan ancaman kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei menjelang negosiasi di antara keduanya.
"Mereka mencoba kembali ke lokasi tersebut. Mereka bahkan tidak bisa mendekatinya," ucap Trump.
"Semuanya hancur total. Tapi mereka berencana untuk memulai lokasi baru di bagian negara yang berbeda. Kami mengetahuinya."
"Saya berkata, jika kalian melakukan itu, kami akan melakukan hal buruk kepada kalian," katanya lagi.
Poin-poin Perundingan
Negosiasi antara AS dengan Iran akan dimediasi oleh Qatar, Turki, dan Mesir.
Ketiga negara tersebut telah menyampaikan kerangka kerja untuk pembicaraan besok Jumat.
Berdasarkan kerangka kerja yang diusulkan, menurut laporan Al Jazeera, Iran akan berkomitmen untuk tidak melakukan pengayaan uranium selama tiga tahun.
Baca juga: Dukungan Intelijen China ke Iran Mengalir di Tengah Ancaman Perang, Cegah Terbukanya Kotak Pandora
Setelah itu, Iran akan setuju untuk membatasi pengayaan uranium hingga di bawah 1,5 persen.
Persediaan uranium yang sangat diperkaya saat ini – termasuk sekitar 440 kg yang telah diperkaya hingga 60 persen – akan dipindahkan ke negara ketiga.
Kerangka kerja yang diusulkan melampaui program nuklir Iran, dengan para mediator mengusulkan agar Iran setuju untuk tidak mentransfer senjata dan teknologi kepada sekutu regionalnya yang bukan negara.
Dalam kerangka kerja ini, Teheran juga akan berjanji untuk tidak memulai penggunaan rudal balistik.
Hal ini masih jauh dari tuntutan AS agar Iran membatasi jumlah dan jangkauan rudal balistiknya.
Menurut salah satu sumber, ketiga mediator juga mengusulkan "kesepakatan non-agresi" antara Teheran dan Washington.
Belum diketahui bagaimana Washington atau Teheran menanggapi kerangka kerja yang diusulkan tersebut.
(Tribunnews.com/Whiesa)