Penindakan WNA Ilegal Tetap Tinggi di Ibaraki, Masalah Asing di Hokota Kian Kompleks
WNA ilegal di Hokota naik, risiko bagi magang sah meningkat. Polisi perketat penindakan dan edukasi pencegahan
Seorang petani perempuan berusia 40-an di Hokota yang mempekerjakan tiga magang teknis menyampaikan kegelisahannya.
“Reputasi buruk WNA ilegal tidak pernah berhenti. Saya khawatir anak-anak (magang) kami terpengaruh jika bergaul dengan mereka,” katanya.
Kepala Kantor Polisi Hokota, Yuichi Kikuchi, mengakui keterbatasan.
Baca juga: Singkirkan Jepang, Ditunggu Iran: Misi Indonesia Tutup Dongeng Indah di Final Piala Asia Futsal 2026
“Kami melakukan penindakan semaksimal mungkin, tetapi ujungnya belum terlihat,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen penegakan tegas agar kehidupan magang teknis yang belajar dengan sungguh-sungguh tidak terganggu.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah prefektur, kota, dan pelaku usaha serta edukasi pencegahan harus berjalan beriringan.
“Penindakan dan pencegahan harus menjadi dua roda yang bergerak bersama,” pungkasnya.
Gambaran Umum Kewarganegaraan
Secara total, tenaga kerja asing terbanyak di Ibaraki berasal dari Vietnam (15.778 orang), disusul Indonesia (8.482 orang), China (7.965 orang), dan Filipina (7.627 orang).
Kehadiran pekerja dari beragam negara ini menegaskan ketergantungan industri lokal terhadap tenaga kerja asing, sekaligus menyoroti pentingnya kebijakan ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja lintas sektor.
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IBARAKI1111.jpg)