Kamis, 21 Mei 2026

PM Albanese Bertolak Kembali ke Australia Usai Teken Traktat Keamanan Bersama dengan Indonesia

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bertolak kembali ke Australia usai merampungkan kunjungan kerja di Indonesia, pada Sabtu, (7/2/2026).

Tayang:
Tribunnews.com/Sekretariat Presiden
KUNJUNGAN KERJA - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bertolak kembali ke Australia usai merampungkan kunjungan kerja di Indonesia, pada Sabtu, (7/2/2026). (Sekretariat Presiden). 
Ringkasan Berita:
  • Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bertolak kembali ke Australia usai merampungkan kunjungan kerja di Indonesia, pada Sabtu, (7/2/2026).
  • Pesawat yang membawa PM Albanese lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 06.45 WIB.
  • Kunjungan PM Albanese ke Indonesia untuk membahas sejumlah kerjasama strategis kedua negara di sektor pertanian dan juga mineral kritis.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bertolak kembali ke Australia usai merampungkan kunjungan kerja di Indonesia, pada Sabtu, (7/2/2026).

Pesawat yang membawa PM Albanese lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 06.45 WIB.

Keberangkatan PM Albanese dilepas oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Bruce Brazier, Atase Pertahanan Australia Brigadir Micah Batt, Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia Siswo Pramono, serta Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Erwin Sugiandi.

Kunjungan PM Albanese ke Indonesia untuk membahas sejumlah kerjasama strategis kedua negara. 

Dalam kunjungan, Indonesia dan Australia telah menandatangani Traktat Keamanan Bersama (Treaty on Common Security) antara kedua pemerintah sebagai upaya memperkuat kerja sama keamanan dan pertahanan, serta mekanisme konsultasi bilateral dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Pertemuan kedua pemimpin juga membahas kerjasama di sektor pertanian dan juga mineral kritis.

Baca juga: Prabowo Ajak Australia Investasi Pengolahan Tambang Nikel hingga Emas

Indonesia mengundang pihak Australia untuk mengembangkan usaha patungan di sektor pertanian guna mendukung upaya ketahanan pangan.

Selain itu Indonesia juga mengajak Australia berinventasi di sektor hilirisasi mineral kritis indonesia. Termasuk pengolahan nikel, tembaga, bauksit, dan emas.

"Pada saat yang sama kami juga mendorong perusahaan indonesia untuk berinvestasi di sektor pertambangan mineral kritis Australia," kata Presiden Prabowo Subianto.

Badan Pengelola Investasi Danantara siap bekerja sama dengan perusahan perusahan di Australia dalam sektor tersebut.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved