Rabu, 27 Mei 2026

Keran Air Panas Tak Dimatikan 9 Jam, Jalanan di China Berubah Jadi Arena Seluncur Es

Lupa matikan keran setelah mandi, wanita di China bikin jalan perumahan membeku. Aksi tanggung jawab keluarganya justru banjir pujian warganet

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Douyin
ARENA SELUNCUR - Seorang wanita bernama Wang (kanan) di Kota Lanzhou, Provinsi Gansu, China, tak sengaja mengubah lingkungan rumahnya menjadi arena seluncur usai lupa mematikan keran pemanas air tenaga surya. Air mengalir selama sembilan jam, meluap ke jalan, lalu membeku saat suhu turun hingga minus 8 derajat Celsius 

Ringkasan Berita:
  • Seorang wanita bernama Wang di Kota Lanzhou, Provinsi Gansu, China, tak sengaja mengubah lingkungan rumahnya menjadi arena seluncur es setelah lupa mematikan keran pemanas air tenaga surya 
  • Air mengalir selama sembilan jam, meluap ke jalan, lalu membeku saat suhu turun hingga minus 8 derajat Celsius 
  • Keluarga Wang langsung bertanggung jawab membersihkan es bersama petugas. Tidak ada korban dalam kejadian ini.

TRIBUNNEWS.COM, TIONGKOK - Seorang wanita di barat laut China, tepatnya di Kota Lanzhou, Provinsi Gansu membuat lingkungan tempat tinggalnya berubah menjadi arena seluncur es gara-gara lupa mematikan keran air setelah mandi.

Dikutip dari SCMP bersumber laporan The Xianfeng News menyebut, wanita bernama Wang mengaku lupa menutup keran pemanas air tenaga surya di rumahnya. 

Akibatnya, air mengalir tanpa henti selama sekitar sembilan jam.

Air tersebut kemudian meluap dari tangki di atap rumah, mengalir di dinding bangunan, dan membanjiri jalan di sekitar perumahan.

Malam itu, suhu udara turun hingga minus 8 derajat Celsius, membuat air yang menggenang langsung membeku.

Baca juga: Dicap Pembohong, Anak Penjual Es Gabus Minta Maaf, Sebut Ayahnya Alami Gangguan Kejiwaan Pascatrauma

Keesokan paginya, jalanan di depan rumah mereka sudah tertutup es.

Orang pertama yang menyadarinya adalah ayah Wang, yang biasa bangun pagi untuk berolahraga.

Awalnya sang ayah mengira air berasal dari rumah tetangga.

Namun setelah ditelusuri, sumbernya ternyata dari rumah mereka sendiri.

Ia pun segera menelepon Wang dan memintanya turun membantu membersihkan es.

Sang ibu tak tinggal diam.

Ia membeli seluruh persediaan garam di toko-toko sekitar untuk membantu mencairkan es yang menutupi jalan.

“Kalau pagi ini ada yang tidak kebagian garam, saya benar-benar minta maaf. Garamnya habis karena kami,” ujar Wang sambil tertawa getir dalam videonya.

Wang mengaku dimarahi habis-habisan oleh ayahnya karena kejadian tersebut.

Meski begitu, keluarga mereka langsung bertanggung jawab membersihkan jalan bersama petugas pengelola perumahan.

Beruntung, tidak ada warga yang terluka akibat kejadian ini.

Kisah Wang pun viral di media sosial China.

Banyak warganet menilai sikapnya yang mengakui kesalahan dan mau bertanggung jawab layak diapresiasi.

“Dia sudah jujur dan keluarganya sigap membereskan masalah. Warga seharusnya bisa memaafkannya,” tulis seorang pengguna.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved