Jumat, 5 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Tensi Meningkat! Trump Umumkan Sanksi Baru usai Dialog dengan Iran Berlangsung

Ketegangan AS-Iran kembali memanas. Sanksi baru dijatuhkan usai dialog, Teheran ancam serang pangkalan militer AS jika konflik pecah. \.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Trump menjatuhkan sanksi baru terhadap 15 entitas dan 14 kapal yang terkait jaringan “armada bayangan” Iran untuk menekan ekspor minyak dan petrokimia.
  • Sanksi diumumkan beberapa jam setelah dialog nuklir tidak langsung di Oman, sementara perbedaan utama tetap ada, terutama soal isu rudal dan pengaruh regional Iran.
  • Iran mengancam akan menargetkan pangkalan militer AS jika diserang, di tengah penguatan militer Washington yang memicu kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Amerika Serikat di bawah pimpinan Donald Trump menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran dengan menargetkan jaringan perdagangan minyak dan petrokimia.

Sanksi ini diberlakukan setelah berlangsungnya pembicaraan nuklir tidak langsung antara kedua negara di Muscat, Oman pada Jumat (6/2/2026).

Dalam keterangan resmi yang diunggah Departemen Luar Negeri AS disebutkan bahwa sanksi terbaru menyasar 15 entitas dan 14 kapal yang diduga terlibat dalam operasi yang disebut sebagai “armada bayangan” Iran.

Armada tersebut dituduh digunakan untuk mengangkut minyak mentah, produk petrokimia, dan komoditas lain guna menghindari pembatasan internasional.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi tekanan maksimum pemerintahan Presiden Donald Trump.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memutus sumber pendanaan yang dinilai digunakan Iran untuk kegiatan yang dianggap mengganggu stabilitas kawasan serta untuk kebijakan domestik yang represif.

 “Presiden Trump berkomitmen untuk menekan ekspor minyak dan petrokimia ilegal Iran,” kata Pigott, sebagaimana dikutip dari Sunday Guardian.

Ia juga menegaskan bahwa Washington akan mengambil tindakan lanjutan jika Iran terus berupaya menghindari sanksi dan mempertahankan pendapatan dari sektor energi.

Adapun salah satu target dalam kebijakan ini adalah perusahaan pelayaran asal India, Elevate Marine Management Private Limited.

Pemerintah AS menuduh perusahaan tersebut mengelola kapal tanker berbendera Kamerun yang diduga mengangkut produk minyak Iran dalam beberapa kesempatan sepanjang 2025.

Baca juga: Iran Tebar Ancaman: Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Kini Berada dalam Jangkauan Rudal

Ketegangan Memanas usai Pembicaraan Nuklir di Oman

Adapun sanksi baru terhadap Iran diumumkan AS hanya beberapa jam setelah kedua negara menyelesaikan pembicaraan tidak langsung di Muscat, Oman.

Meski dialog tersebut menghasilkan sinyal positif untuk melanjutkan negosiasi, perbedaan mendasar antara kedua pihak masih membayangi proses diplomasi.

Di mana Amerika Serikat mengisyaratkan bahwa pembahasan lanjutan tidak hanya akan berfokus pada program nuklir Iran, tetapi juga mencakup kemampuan rudal balistik serta pengaruh regional Teheran.

Di sisi lain pemerintah Iran menolak perluasan agenda tersebut dan menegaskan bahwa negosiasi harus tetap terbatas pada isu nuklir.

Hal tersebut menunjukkan bahwa jalur diplomasi dan tekanan ekonomi berjalan secara bersamaan dalam upaya Washington membatasi aktivitas Teheran.

Iran Ancam Hancurkan Pangkalan Militer AS

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved