Rabu, 20 Mei 2026

Epstein Files

Bungkamnya Ghislaine Maxwell saat Ditanya DPR AS Soal Epstein Files, Melindungi Siapa?

Mantan rekan Jeffrey Epstein sekaligus terdakwa kasus perdagangan seks, Ghislaine Maxwell bungkam ketika ditanya anggota DPR AS.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Mantan rekan Jeffrey Epstein, Ghislaine Maxwell bungkam saat ditanya dalam deposisi yang digelar oleh Kongres Amerika Serikat (AS) pada Senin (9/2/2026).
  • Bungkamnya Maxwell memicu kritik dari seorang perwakilan DPR yang mendukung upaya untuk merilis berkas investigasi Epstein.
  • Anggota senior komite pengawasan dan reformasi pemerintahan, Robert Garcia pun curiga apakah Maxwell melindungi seseorang sehingga ia bungkam selama deposisi.

TRIBUNNEWS.COM - Kongres Amerika Serikat (AS) melakukan deposisi atau investigasi terhadap Ghislaine Maxwell, mantan rekan Jeffrey Epstein pada Senin (9/2/2026).

Deposisi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan para pembuat kebijakan untuk membongkar jaringan elit yang diduga terlibat dalam skandal perdagangan seks internasional yang dilakukan Epstein.

Maxwell, yang saat ini tengah menjalani hukuman penjara 20 tahun, muncul melalui tautan video dari penjara federal di Florida.

Kesaksian ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh publik dan para korban.

Mengingat Maxwell dianggap sebagai pemegang kunci informasi terkait keterlibatan tokoh-tokoh kuat dunia dalam aktivitas ilegal Epstein.

Namun saat ditanya oleh para anggota Kongres, Maxwell menolak menjawab pertanyaan selama deposisi tertutup.

Bungkamnya Maxwell memicu kritik dari seorang perwakilan DPR yang mendukung upaya untuk merilis berkas investigasi Epstein.

Robert Garcia, anggota senior komite pengawasan dan reformasi pemerintahan, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Maxwell menggunakan haknya berdasarkan Amandemen Kelima dan menolak untuk bersaksi selama deposisi yang dijadwalkan.

Pengacara Maxwell, David Oscar Markus, juga mengatakan dia menggunakan haknya berdasarkan Amandemen Kelima.

Amandemen Kelima dalam Konstitusi AS adalah ketentuan hukum yang menjamin hak-hak individu dalam proses pidana dan perdata.

Ini mencakup perlindungan terhadap penuntutan ganda, hak untuk tidak memberatkan diri sendiri (tetap diam), hak atas due process (proses hukum yang adil), dan kompensasi atas penyitaan properti oleh pemerintah. 

Baca juga: Jeffrey Epstein Diduga Sumbang Dana ke Militer Israel dan Pemukiman Ilegal di Palestina

"Setelah berbulan-bulan mengabaikan panggilan pengadilan kami, Ghislaine Maxwell akhirnya muncul di hadapan komite pengawasan dan tidak mengatakan apa pun," kata Garcia, mengutip The Guardian.

"Dia tidak menjawab pertanyaan apa pun dan tidak memberikan informasi apa pun tentang para pria yang memperkosa dan memperdagangkan perempuan dan anak perempuan," lanjutnya.

"Siapa yang dia lindungi? Dan kita perlu tahu mengapa dia diberi perlakuan khusus di penjara dengan keamanan rendah oleh pemerintahan Trump."

"Kita akan mengakhiri upaya menutup-nutupi kebenaran oleh Gedung Putih ini," ucapnya.

Ro Khanna, seorang perwakilan Partai Demokrat California yang ikut mensponsori Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein (EFTA) bersama Thomas Massie, seorang Republikan dari Kentucky, mencatat bahwa sikap diam Maxwell yang diperkirakan bertentangan dengan kesediaannya untuk memberikan informasi pada musim panas ini.

Pada bulan Juli, Maxwell duduk bersama Todd Blanche, wakil jaksa agung Donald Trump, untuk wawancara selama dua hari.

"Sikap ini tampaknya tidak konsisten dengan perilaku Ibu Maxwell sebelumnya, karena beliau tidak menggunakan hak untuk bungkam (hak untuk tidak memberikan keterangan) ketika sebelumnya bertemu dengan wakil jaksa agung Todd Blanche untuk membahas pokok bahasan yang pada dasarnya serupa," kata Khanna.

Dalam sesi tanya jawab dengan Blanche, yang sebelumnya menjabat sebagai pengacara pembela kriminal Trump, Maxwell sebagian besar menjauhkan presiden dari Epstein.

Trump telah berbulan-bulan menghadapi medan ranjau politik setelah ia berubah pendirian terkait janji kampanyenya untuk merilis berkas Epstein.

Trump tidak dituduh melakukan kesalahan terkait Epstein dan telah membantah melakukan pelanggaran.

Presiden AS juga mengatakan, ia dan Epstein berselisih dan menyebut berkas-berkas ini sebagai tipuan, meskipun telah menandatangani EFTA.

Baca juga: Skandal Epstein Files Seret Mandelson, Kepala Staf PM Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri

Sementara itu, Departemen Kehakiman AS (DOJ) berpendapat tidak ada daftar nama yang mengidentifikasi pria-pria yang berpartisipasi dalam pelecehan yang dilakukan Epstein.

Dokumen-dokumen yang baru dirilis, serta proses hukum sebelumnya dan pernyataan para penuduh, telah menimbulkan pertanyaan tentang pernyataan tersebut.

Membersihkan Nama Trump

Pengacara Ghislaine Maxwell, David Oscar Markus mengatakan jika Presiden AS Donald Trump mengabulkan pengampunan kliennya, dia akan membersihkan nama Trump dari segala kesalahan yang berkaitan dengan Epstein.

Langkah luar biasa yang disampaikan oleh pengacara Maxwell pada Senin pagi selama deposisi virtualnya di hadapan Komite Pengawasan DPR, memastikan bahwa saga Epstein akan terus menjadi isu politik yang hangat.

"Nyonya Maxwell siap berbicara sepenuhnya dan jujur ​​jika diberikan pengampunan oleh Presiden Trump," kata Markus, mengutip CNN.

"Hanya dia yang dapat memberikan keterangan lengkap. Beberapa orang mungkin tidak menyukai apa yang mereka dengar, tetapi kebenaran itu penting."

"Misalnya, baik Presiden Trump maupun Presiden Clinton tidak bersalah atas kesalahan apa pun," lanjutnya.

Markus juga mengatakan hanya Maxwell yang dapat menjelaskan alasannya.

"Dan publik berhak atas penjelasan tersebut," ucap Markus.

Trump belum mengesampingkan kemungkinan untuk menawarkan pengampunan atau pengurangan hukuman kepada Maxwell.

Trump dan Clinton, yang muncul di seluruh berkas yang dirilis oleh DOJ, telah membantah melakukan kesalahan apa pun terkait dengan Epstein.

Pasangan Clinton diperkirakan akan hadir sebagai saksi secara tertutup akhir bulan ini untuk memberikan keterangan.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved