Minggu, 7 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Malam Peringatan Revolusi Berubah Tegang: Teriakan Anti-Khamenei Menggema di Langit Teheran

Teriakan anti-Khamenei kembali menggema di Teheran jelang peringatan Revolusi Iran, menandakan ketidakpuasan publik di tengah tekanan.

Tayang:
X/Ayatollah Ali Khamenei/@khamenei_ir
TERIAKAN ANTI KHAMENEI - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Teriakan anti-Khamenei kembali menggema di Teheran jelang peringatan Revolusi Iran, tanda ketidakpuasan publik masih membara di tengah tekanan ekonomi dan politik. 

Protes sebelumnya menentang sistem pemerintahan Republik Islam dan berujung pada tindakan keras aparat keamanan.

Kelompok aktivis melaporkan ribuan orang tewas dan puluhan ribu lainnya ditangkap dalam operasi penertiban yang dilakukan otoritas.

Sejak penindakan tersebut, laporan mengenai aktivitas protes terbuka sempat menurun dalam dua pekan terakhir.

Namun, kemunculan kembali slogan-slogan anti-pemerintah dinilai sebagai tanda bahwa ketidakpuasan publik masih terus berlangsung meski berada di bawah pengawasan ketat aparat.

Peristiwa itu terjadi bersamaan dengan kegiatan pemerintah yang menyalakan kembang api untuk menandai malam menjelang 22 Bahman dalam kalender Persia.

Tanggal tersebut merupakan momen penting yang memperingati kemenangan Revolusi Islam 1979 dan biasanya diisi dengan pawai nasional sebagai bentuk dukungan terhadap sistem pemerintahan ulama.

Menurut kelompok pemantau hak asasi manusia yang berbasis di luar negeri, Human Rights Activists News Agency (HRANA), kejadian tersebut menunjukkan bahwa gelombang protes nasional masih berlanjut meskipun pemerintah telah memperketat pengawasan dan langkah pengendalian.

Para pengamat menilai kemunculan kembali slogan-slogan tersebut mencerminkan tekanan sosial dan politik yang masih tinggi di dalam negeri.

Di saat yang sama, Iran juga menghadapi tekanan eksternal terkait isu program nuklir serta meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan.

Kondisi ini menempatkan negara tersebut dalam situasi yang sensitif, di mana pemerintah harus menghadapi tantangan stabilitas domestik sekaligus tekanan internasional secara bersamaan.

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved