Kamis, 11 Juni 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Diperlakukan Seperti Binatang, Warga Palestina Bongkar Operasi Deportasi Rahasia AS

Deportasi warga Palestina langsung ke Tepi Barat melalui pesawat pribadi mewah menandai operasi yang tidak biasa dan rahasia oleh pemerintahan AS.

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/RNTV
OPERASI DEPORTASI RAHASIA - Tangkap layar RNTV, Rabu (11/6/2026) yang menunjukkan ilustrasi deportasi oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap mereka yang dicurigai sebagai imigran. AS dilaporkan melakukan operasi deportasi rahasia ke warga Palestina. 

Diperlakukan Seperti Binatang, Warga Palestina Bongkar Operasi Deportasi Rahasia AS

Ringkasan Berita:
  • Delapan warga Palestina, termasuk Maher Awad, dideportasi dari AS ke Tepi Barat melalui jet pribadi Gulfstream.
  • Para pria yang diborgol selama penerbangan multi-perhentian, ditinggalkan di pos pemeriksaan Ni'lin begitu saja tanpa dukungan dan jaminan hukum.
  • Kelompok hak asasi manusia menyebut operasi ini "sangat tidak biasa", dan menimbulkan kekhawatiran tentang proses hukum yang adil dan keselamatan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Duduk di rumah keluarganya di Rammun, Tepi Barat, Palestina Maher Awad yang berusia 24 tahun menatap layar ponsel pintar. 

Di ujung lain, ribuan mil jauhnya di Michigan, Amerika Serikat (AS) terpampang wajah putranya yang berusia empat bulan yang belum pernah ia gendong.

Baca juga: Setahun Kepemimpinan Trump: ICE Gencarkan Penangkapan Imigran dengan Rekam Jejak Kriminal Kekerasan

Awad adalah satu dari delapan pria Palestina yang terjebak dalam perubahan kontroversial kebijakan imigrasi AS. 

Dalam sebuah wawancara eksklusif, seperti dikutip dari RNTV, dia menceritakan perjalanan mengerikan yang dimulai dengan panggilan darurat 911 dan berakhir dengan dirinya ditinggalkan di pos pemeriksaan militer Israel di Tepi Barat di tengah malam.

Mengejar Mimpi di 'Tanah Impian'

Maher pindah ke Amerika Serikat sepuluh tahun lalu, untuk mengejar apa yang digadang-gadang sebagai 'Americak Dreams', "Impian Amerika". 

Dia bersekolah di Michigan, bekerja di restoran shawarma milik keluarganya di Kalamazoo, dan membangun kehidupan bersama pasangannya, Sandra.

Masalahnya dimulai pada Februari 2025, bukan karena kejahatan, tetapi karena laporan yang dia buat.

Setelah menghubungi polisi untuk melaporkan adanya pembobolan, petugas yang datang justru  menemukan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga yang belum terselesaikan dari tahun sebelumnya. 

Meskipun tuduhan tersebut kemudian dibatalkan, penangkapan tersebut memicu penahanan dari unit Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).

"Saya sedang dalam proses mendapatkan Kartu Hijau (Green Card). Saya memiliki nomor Jaminan Sosial, saya membayar pajak, saya memiliki SIM," kata Awad.

"Saya pikir jika saya mengikuti aturan, saya akan aman."

Sebaliknya, jauh dari kata 'aman', Awad justru menghabiskan tahun berikutnya berpindah-pindah dari 14 pusat penahanan di seluruh AS, termasuk fasilitas di Texas dan Louisiana. 

Dia berada dalam tahanan ketika putranya, Taj, lahir.

Diborgol Sepanjang Perjalanan

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved