Dua Pemain Tim Bisbol SMA Top Tokyo Diduga Sebar Video Asusila Siswi
Dua anggota tim bisbol SMA ternama di Tokyo diduga menyebarkan video asusila siswi. Polisi limpahkan kasus ke kejaksaan
Ringkasan Berita:
- Dua anggota tim bisbol SMA ternama di Tokyo diduga menyebarkan video asusila siswi. Polisi limpahkan kasus ke kejaksaan
- Dua anggota tim bisbol Nihon University Daisan High School di Tokyo diduga meminta dan menyebarkan video asusila seorang siswi melalui media sosial dan aplikasi pesan.
- Polisi berencana melimpahkan kasus ini ke kejaksaan atas dugaan pelanggaran UU Pornografi Anak
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Sekolah kuat bisbol Jepang, Nihon University Daisan High School (SMA) di Machida, Tokyo, terseret kasus serius setelah dua anggota tim bisbolnya diduga menyebarkan video asusila seorang siswi.
Kepolisian Metropolitan Tokyo berencana menyerahkan berkas perkara kedua siswa tersebut ke Kejaksaan Cabang Tachikawa dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Larangan Prostitusi Anak dan Pornografi Anak (pembuatan dan penyebaran pornografi).
"Salah satu siswa pada Maret–April tahun lalu diduga meminta korban mengirimkan gambar dan video asusila dirinya melalui media sosial sebanyak tiga kali," ungkap seorang penyidik kepolisian Kamis (12/2/2026).
Video tersebut kemudian diberikan kepada siswa lain pada April–Juni 2025.
Siswa kedua diduga menyebarkannya lebih lanjut kepada anggota tim lainnya antara Mei hingga Oktober 2025 melalui aplikasi pesan seperti LINE.
Baca juga: Targetkan Asean dan Infrastruktur Digital, Jepang Ubah Aturan Investasi Strategis
Pelaku awal disebut meyakinkan korban dengan mengatakan, “Akan saya hapus,” namun video justru menyebar lebih luas di dalam tim bisbol.
Kedua siswa mengakui perbuatannya dalam pemeriksaan sukarela dan menyatakan penyesalan atas tindakan mereka.
Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melapor ke polisi pada Oktober tahun lalu.
Dalam penyelidikan lanjutan, ditemukan bahwa puluhan anggota tim telah menerima video tersebut, dan belasan di antaranya diduga terlibat dalam penyebaran.
Hingga kini, belum ditemukan bukti bahwa video tersebut beredar di luar lingkungan tim.
Sekolah tersebut merupakan salah satu kekuatan utama bisbol sekolah menengah Jepang, dengan sejarah panjang sejak didirikan pada 1929 dan total 40 kali tampil di turnamen nasional bisbol Koshien.
Termasuk pula menjadi runner-up musim panas tahun lalu.
Jumlah anggota tim mencapai sekitar 75 orang pada turnamen wilayah Tokyo Barat musim panas lalu.
Kasus ini berpotensi memicu sanksi disipliner berat, termasuk kemungkinan pengunduran diri dari turnamen atau penghentian sementara aktivitas klub, sebagaimana pernah terjadi pada sekolah-sekolah kuat lainnya dalam beberapa tahun terakhir akibat pelanggaran serius.
Sorotan kini tertuju pada respons pihak sekolah serta asosiasi bisbol sekolah menengah, di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu perundungan dan penyalahgunaan digital di lingkungan pendidikan Jepang.
Diskusi bisbol di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/smajepang2222.jpg)