Kronologi Penembakan Sekolah di Thailand, Kepsek Tewas, Siswa Disandera
Dua orang terluka dan satu orang tewas dalam insiden penembakan di Hat Yai, Songkhla tersebut
Ringkasan Berita:
- Seorang pemuda berusia 18 tahun melakukan penembakan dan penyanderaan Sekolah di Hat Yai.
- Pelaku melakukan penembakan dengan senjata rampasan dari mobil patroli polisi.
- Kepala sekolah, Sasipatchara Sinsamosorn, meninggal dunia setelah tertembak di dada saat melindungi siswanya.
- Selain itu, dua orang siswi mengalami luka-luka akibat tembakan dan upaya penyelamatan diri.
- Menteri Pendidikan Thailand, Narumon Phinyosinwat, memberikan santunan dan menjamin dukungan medis serta pemulihan psikologis
TRIBUNNEWS.COM - Seorang pemuda bersenjata api melakukan penembakan di Sekolah Phatongprathan Kiriwat di Hat Yai, Songkhla, pada Rabu siang (11/2/2026) setelah merampas senapan milik polisi.
Dikutip dari Khaosod, pelaku melepaskan tembakan ke arah staf dan siswa serta menyandera beberapa orang sebelum akhirnya menyerahkan diri.
Kejadian bermula saat Polisi menerima laporan insiden terkait adanya insiden seorang pemuda bersenjata parang tengah mengamuk di daerah Thung Lung sekitar pukul 14.54 waktu setempat.
Situasi di lokasi kejadian kian memanas setelah seorang petugas kepolisian yang didampingi oleh kepala desa setempat diserang oleh tersangka.
Eskalasi pun berlanjut setelah tersangka berlari sejauh 200 meter menuju kendaraan patroli polisi yang tiba.
Memanfaatkan kelengahan petugas kepolisian, pelaku membuka pintu mobil patroli tersebut dan merampas senjata yang disimpan di dalamnya.
Ia kemudian menembaki sejumlah petugas kepolisian lainnya yang memaksa mereka untuk mencari perlindungan.
Sekitar pukul 16.00, tersangka kemudian mengendarai sepeda motor menuju Sekolah Phatongprathan Kiriwat di Distrik Hat Yai dan melepaskan tembakan yang mengenai kepala sekolah serta melukai dua siswa.
Pria bersenjata itu kemudian menyandera dua anggota staf sekolah dan satu orang siswa di dalam gedung sekolah.
Pada pukul 17.40, polisi mengonfirmasi bahwa tersangka, yang diidentifikasi sebagai Khem (18 tahun), menyandera seorang staf sekolah perempuan di dalam ruang humas di lantai dasar.
Ia melontarkan ancaman melalui sistem pengeras suara sekolah, memperingatkan petugas bahwa ia akan menembak seorang anak jika polisi melepaskan tembakan.
Baca juga: Penembakan di Sekolah British Columbia Tewaskan 10 Orang: KJRI Vancouver Minta WNI Batasi Aktivitas
Petugas kemudian mengetahui dari saudara perempuan tersangka bahwa ia memiliki kondisi medis tertentu.
Sosoknya lantas membantu polisi menurunkan eskalasi dengan mencoba membujuk agar pelaku penembakan menyerah dan membebaskan para sandera.
Pada pukul 18.20, situasi genting belum mereda setelah pelaku kemudian menuntut untuk bertemu dengan salah seorang guru laki-laki yang dikenalnya dan memberi polisi waktu sepuluh menit untuk membawa guru tersebut kepadanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/penembakan-di-Sekolah-Phatongprathan-Kiriwat-di-Hat-Yai-Thailand.jpg)