Rabu, 22 April 2026

Konflik Suriah

Pasukan Suriah Kuasai Pangkalan Militer Al-Tanf usai Penarikan Pasukan Amerika Serikat

Pasukan Suriah resmi ambil alih pangkalan strategis Al-Tanf setelah militer AS tarik diri. Simak detail transisi bersejarah ini.

Ringkasan Berita:
  • Suriah resmi mengambil alih pangkalan Al-Tanf, menandai berakhirnya kehadiran militer AS di wilayah perbatasan strategis tersebut.
  • Penarikan dilakukan secara terkoordinasi dan disebut sebagai bagian dari transisi yang telah direncanakan.
  • Meski mundur, AS menegaskan tetap menekan sel-sel ISIS demi menjaga stabilitas kawasan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pasukan pemerintah Suriah secara resmi mengambil alih kendali atas pangkalan militer strategis Al-Tanf pada Kamis (12/2/2026).

Penyerahan ini menandai berakhirnya kehadiran militer Amerika Serikat di wilayah pertemuan perbatasan Suriah, Irak, dan Yordania tersebut.

Mengutip laporan dari Al Jazeera, Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan unit Tentara Arab Suriah telah mengamankan pangkalan dan area sekitarnya.

Langkah itu dilakukan melalui koordinasi antara pihak Suriah dan otoritas militer Amerika Serikat.

Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), dilansir dari Military Times, mengonfirmasi bahwa penarikan berlangsung tertib dan telah direncanakan sebelumnya.

Meski pasukan ditarik, AS menegaskan tetap siap menghadapi ancaman ISIL (ISIS) demi menjaga stabilitas regional.

Pangkalan Al-Tanf yang didirikan pada 2014 awalnya menjadi pusat operasi koalisi global melawan ISIS.

Penarikan ini mencerminkan perubahan peta politik Suriah setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024.

Baca juga: Al-Sharaa Temui Putin, Rusia Amankan Pangkalan Militernya di Suriah

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa disebut telah bergabung dengan koalisi anti-ISIS sejak November lalu usai kunjungannya ke Gedung Putih.

Langkah ini juga menyusul kesepakatan integrasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) ke dalam lembaga pemerintah pusat.

Militer AS turut memindahkan ribuan tahanan ISIS tingkat tinggi dari penjara SDF ke Irak seiring peralihan kontrol fasilitas tersebut.

Melansir South China Morning Post, kebijakan ini sejalan dengan keinginan lama Presiden AS Donald Trump untuk memulangkan pasukan Amerika dari Suriah.

Jumlah personel militer AS di Suriah kini diperkirakan sekitar 900 orang, turun dari lebih 2.000 pada puncaknya.

Meski Al-Tanf telah diserahkan, CENTCOM menyatakan AS masih aktif menekan sel-sel ISIS, termasuk menewaskan atau menangkap lebih dari 50 militan dalam dua bulan terakhir.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved