Hari Valentine
Negara-Negara yang Melarang Perayaan Hari Valentine, Indonesia Termasuk?
Beberapa negara melarang atau membatasi Hari Valentine karena alasan budaya, agama, dan politik. Iran paling ketat.
Ringkasan Berita:
- Beberapa negara melarang atau membatasi Hari Valentine karena alasan budaya, agama, dan politik.
- Iran, Arab Saudi, Korea Utara, Pakistan, Malaysia, dan Indonesia tercatat menerapkan aturan berbeda terkait perayaan ini.
- Larangan muncul karena Valentine dianggap sebagai simbol pengaruh Barat yang tidak sesuai dengan nilai tradisional dan ajaran agama setempat.
TRIBUNNEWS.COM – Beberapa negara secara resmi membatasi atau melarang perayaan Hari Valentine, terutama karena kekhawatiran budaya, agama, atau politik terhadap pengaruh Barat.
Di antara negara-negara yang melarang atau membatasi Hari Valentine adalah Iran, Arab Saudi, Korea Utara, Pakistan (di wilayah tertentu), Malaysia (dengan pembatasan), dan Indonesia (di provinsi tertentu).
Sejarah Larangan Hari Valentine
Mengutip Alibaba.com, Hari Valentine yang diperingati setiap 14 Februari awalnya merupakan hari raya Kristen untuk menghormati Santo Valentine.
Seiring waktu, perayaan ini berkembang menjadi simbol cinta dan kasih sayang secara global, yang sering ditandai dengan pemberian hadiah, makan malam romantis, serta isyarat simbolis seperti bertukar kartu dan bunga.
Namun, hubungannya dengan menampilkan kasih sayang di ruang publik, komersialisasi, serta liberalisme moral, dianggap memicu kekhawatiran di sejumlah negara konservatif, sehingga mendorong pembatasan atau pelarangan perayaannya.
Penolakan modern terhadap Hari Valentine mulai menguat pada akhir abad ke-20, khususnya di negara-negara mayoritas Muslim, ketika para pemimpin agama dan otoritas negara menyatakan kekhawatiran atas terkikisnya nilai-nilai keluarga tradisional.
Hari Valentine kemudian dipandang bukan sekadar budaya asing, melainkan sebagai simbol imperialisme budaya yang dianggap mempromosikan nilai-nilai tidak sejalan dengan adat dan ajaran agama setempat.
Negara-Negara yang Melarang atau Membatasi Valentine
1. Iran
Iran adalah salah satu negara yang paling konsisten menerapkan pembatasan terhadap Hari Valentine.
Sejak awal 2000-an, otoritas Iran secara aktif mencegah perayaan ini, dengan menyebutnya sebagai “tradisi Barat".
Lembaga pemerintah meluncurkan kampanye tahunan menjelang 14 Februari untuk mencegah distribusi barang berwarna merah, dekorasi berbentuk hati, dan kartu ucapan romantis.
Polisi melakukan inspeksi ke toko-toko, menyita barang dagangan bertema Valentine, serta mengeluarkan peringatan atau denda kepada para penjual.
Selain itu, media pemerintah mempromosikan hari raya alternatif seperti “Hari Suami Istri” atau “Hari Keluarga” yang menekankan kesetiaan dalam perkawinan sesuai norma Islam, bukan pendekatan romantis.
Baca juga: 50 Ucapan Valentine untuk Pacar LDR yang Manis dan Romantis
Universitas dan sekolah kerap menggelar kuliah yang memperingatkan mahasiswa dan pelajar tentang bahaya mengadopsi praktik budaya asing.
Meski demikian, perayaan secara sembunyi-sembunyi tetap berlangsung, terutama di kalangan pemuda perkotaan yang saling bertukar hadiah secara diam-diam.
2. Arab Saudi
Selama beberapa dekade, Arab Saudi secara efektif melarang Hari Valentine berdasarkan interpretasi ketat terhadap ajaran Islam Wahhabi.