PM Jepang Sambut Deep Purple, Cerita Masa Muda hingga Bikin Tertawa
Sanae Takaichi memuji band tersebut yang terus berkarya dan menghadirkan musik berkualitas hingga saat ini
Ringkasan Berita:
- Sanae Takaichi menyambut hangat kunjungan Deep Purple dan mengungkap kekagumannya sejak kecil terhadap musik mereka
- Ia bahkan bercanda soal hobinya bermain drum sambil mengenang masa remaja sebagai pemain band cover
- Takaichi juga menekankan pentingnya musik sebagai pilar pertumbuhan dan simbol kerja sama budaya Jepang–Inggris
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menunjukkan antusiasme besar saat menerima kunjungan kehormatan dari band rock legendaris Inggris, Deep Purple, bersama Duta Besar Inggris untuk Jepang, Julia Longbottom, pada Kamis (10/4/2026).
Dalam suasana hangat, Takaichi bahkan memberikan hadiah berupa stik drum kepada para anggota band.
Ia juga mengungkapkan kekagumannya yang sudah dimulai sejak kecil terhadap Deep Purple.
“Saya membeli album Machine Head saat masih sekolah dasar, dan sering mendengarkan lagu seperti Smoke on the Water dan Highway Star,” ujarnya. Ia juga mengenang masa remajanya, ketika memainkan keyboard dalam band cover Deep Purple saat SMP, serta bermain drum saat kuliah.
Suasana menjadi semakin cair ketika Takaichi melontarkan candaan. Ia mengatakan bahwa hingga kini masih memainkan drum di rumah.
Baca juga: Terjemahan Lirik Lagu Perfect Strangers - Deep Purple: Can You Remember, Remember My Name
“Kalau saya bertengkar dengan suami, saya memainkan lagu Burn di drum,” ujarnya sambil bercanda.
Momen tersebut sempat membuat penerjemah ragu saat menerjemahkan bagian “mengutuk”, sebelum akhirnya Takaichi menghentikan dengan santai, yang langsung disambut tawa hadirin.
Dalam kesempatan itu, Takaichi juga menyampaikan penghormatan kepada Deep Purple atas kontribusinya dalam sejarah musik rock dunia.
Ia memuji band tersebut yang terus berkarya dan menghadirkan musik berkualitas hingga saat ini.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sektor konten, termasuk musik, merupakan salah satu pilar strategi pertumbuhan pemerintah Jepang. Pemerintah saat ini tengah mendorong ekspansi global melalui konser musik di luar negeri secara strategis dan berjangka menengah hingga panjang.
Takaichi juga menyinggung pentingnya kerja sama internasional di tengah situasi global yang tidak pasti, termasuk memperkuat hubungan Jepang–Inggris yang memiliki nilai-nilai bersama.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa konser Deep Purple di Jepang akan membangkitkan antusiasme para penggemar sekaligus menjadi simbol kuat pertukaran budaya antara kedua negara.
Deep Purple akan konser di Tokyo Budokan besok jam 18.00 waktu Jepang dengan tiket paling murah 22.000 yen per orang.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Deep-Purple-Jepan111111.jpg)