Iran Vs Amerika Memanas
Iran Rilis Nama Pejabat Israel yang Masuk Target Serangan, Netanyahu Muncul Dalam Daftar
Iran rilis daftar target pejabat Israel dan ancam serangan di tengah negosiasi nuklir dengan AS. Israel balas dengan strategi informasi ke publik Iran
Sebelumnya, Iran juga sempat melontarkan peringatan melalui pemasangan spanduk yang menampilkan sejumlah lokasi strategis di Israel sebagai sasaran potensial.
Lokasi yang disebut antara lain Bandara Ben-Gurion, kompleks markas militer Kirya di Tel Aviv, pangkalan Direktorat Intelijen IDF di Glilot dekat Herzliya, serta sejumlah kota penting seperti Tel Aviv-Jaffa, Herzliya, Ramat Gan, dan Bnei Brak.
Spanduk tersebut memuat judul dalam bahasa Inggris yang berbunyi “You start, we finish”, sementara teks dalam bahasa Ibrani menyatakan bahwa wilayah tersebut akan menghadapi “hujan rudal”.
Visual yang ditampilkan juga mencakup ilustrasi meja komando militer dengan tombol peluncuran berwarna merah, rudal balistik, jet tempur, dan perangkat komunikasi.
Langkah itu dinilai sebagai pesan tegas Iran kepada Israel dan Amerika Serikat mengenai kesiapan militer Teheran untuk merespons jika terjadi serangan terhadap wilayah atau fasilitas strategisnya.
Sekaligus memperkuat posisi Iran di tengah proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Israel Balas dengan Operasi Informasi ke Publik Iran
Sebagai respons tidak langsung atas meningkatnya ketegangan dengan Iran, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mulai menyebarkan pesan publik dalam bahasa Persia yang ditujukan langsung kepada masyarakat Iran.
Langkah terbaru ini dilakukan militer Israel bersamaan dengan munculnya berbagai ancaman dari pihak Teheran,
Dalam pesan tersebut, militer Israel mengajak warga Iran untuk menjalin komunikasi dengan badan intelijen Mossad melalui saluran resmi yang disebut aman dan bersifat rahasia.
IDF menekankan agar masyarakat hanya menggunakan akun dan tautan yang telah diverifikasi guna menghindari penyalahgunaan atau informasi palsu.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi operasi informasi Israel untuk memperluas jaringan pengumpulan data sekaligus membangun jalur komunikasi langsung dengan publik Iran.
Selain itu, pendekatan tersebut juga bertujuan untuk melawan narasi pemerintah Iran serta mempengaruhi opini publik di dalam negeri.
Selama beberapa tahun terakhir, Israel diketahui aktif menjalankan kampanye komunikasi digital berbahasa Persia yang menargetkan masyarakat Iran.
Melalui media sosial dan platform daring, pesan-pesan tersebut kerap berisi informasi keamanan, ajakan kerjasama, hingga konten yang bertujuan memperkuat citra Israel di mata publik Iran di tengah persaingan politik dan keamanan antara kedua negara.
(Tribunnews.com / Namira)