Sabtu, 18 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Isi Berita The Jerusalem Post Kabarkan Rencana TNI Berangkat ke Gaza

The Jerusalem Post melaporkan Indonesia akan mengirim 1.000 prajurit TNI ke Gaza pada April 2026 dan hingga 8.000 pada Juni

Ringkasan Berita:
  • The Jerusalem Post melaporkan Indonesia akan mengirim 1.000 prajurit TNI ke Gaza pada April 2026 dan hingga 8.000 pada Juni dalam misi ISF yang dimediasi Donald Trump.
  • Pasukan disebut bertugas mengawasi gencatan senjata tanpa konfrontasi langsung dengan Hamas.
  • Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan ke Washington, dengan opsi pembatalan jika situasi keamanan Gaza belum memungkinkan.

TRIBUNNEWS.COM - Media Israel, The Jerusalem Post, melaporkan bahwa Indonesia akan mulai mengerahkan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza pada April 2026 sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dalam Fase II gencatan senjata yang dimediasi pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

The Jerusalem Post adalah surat kabar harian berbahasa Inggris yang berbasis di Yerusalem, Israel.

Media ini berdiri pada 1932 (awalnya bernama The Palestine Post) dan saat ini menjadi salah satu koran Israel untuk pembaca internasional.

Jerusalem Post sering menjadi rujukan internasional untuk memahami perspektif Israel terhadap isu keamanan regional, termasuk konflik Gaza, kebijakan Iran, serta dinamika diplomasi Timur Tengah.

Karena basisnya di Yerusalem dan orientasi pembacanya global, framing pemberitaannya umumnya menekankan implikasi strategis dan keamanan bagi Israel.

Dalam laporan yang ditulis Yonah Jeremy Bob pada 15 Februari 2026, disebutkan sekitar 1.000 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dijadwalkan tiba pada April.

Sementara kekuatan penuh diproyeksikan mencapai 8.000 personel pada Juni.

Angka ini dinilai lebih besar dibanding spekulasi sebelumnya di sejumlah media internasional.

Proses seleksi dan pengesahan prajurit dilaporkan masih berlangsung.

Dalam artikel tersebut, laporan Indonesia dikaitkan dengan kepentingan stabilisasi Gaza pasca-gencatan senjata dan dinamika 100 hari pertama pemerintahan Trump.

Media itu juga menyebut bahwa pasukan Indonesia diproyeksikan tidak akan terlibat konfrontasi langsung dengan Hamas, melainkan mengawasi garis gencatan senjata dan sejumlah titik strategis seperti Khan Yunis dan Rafah di Gaza selatan.

Baca juga: TB Hasanuddin Nilai Pengiriman Prajurit TNI di Bawah Kendali BoP Sangat Berisiko Tinggi

Laporan tersebut juga menyinggung rencana kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Washington pada 19 Februari untuk menghadiri KTT Dewan Perdamaian Trump. 

Kunjungan ini disebut dalam konteks koordinasi internasional terkait pembentukan dan pengerahan ISF.

Meski demikian, artikel itu mencatat bahwa Indonesia membuka kemungkinan tidak jadi mengirim pasukan apabila kondisi keamanan di Gaza—khususnya terkait Hamas—dinilai belum memungkinkan.

Selain Indonesia, sejumlah negara seperti UEA, Mesir, Italia, Pakistan, Qatar, dan Turki disebut-sebut sebagai kandidat kontributor ISF, namun belum ada yang beralih dari komitmen umum ke kesiapan konkret.

Laporan The Jerusalem Post menutup dengan menyoroti ketidakpastian implementasi ISF, termasuk aturan keterlibatan (rules of engagement) dan potensi perubahan situasi apabila proses perlucutan senjata Hamas tidak berjalan sesuai tenggat waktu yang dikaitkan dengan kebijakan pemerintahan Trump.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved