Iran Vs Amerika Memanas
Rusia, China, dan Iran Unjuk Kekuatan, Gelar Latihan Perang di Jalur Minyak Dunia
Rusia, China, dan Iran latihan militer di Selat Hormuz. Jalur minyak dunia ditutup sementara, negosiasi nuklir Iran–AS pun belum capai kesepakatan.
Ringkasan Berita:
- Rusia, China, dan Iran menggelar latihan angkatan laut bersama “Sabuk Keamanan Maritim 2026” di Selat Hormuz.
- Selama latihan, Selat Hormuz ditutup sementara, bersamaan dengan negosiasi nuklir Iran–AS di Jenewa yang berlangsung 3,5 jam namun belum menghasilkan kesepakatan.
- Penutupan jalur strategis ini berpotensi mengganggu pasokan energi global, memicu kenaikan harga minyak, serta meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.
TRIBUNNEWS.COM - Rusia, China, dan Iran kembali menggelar latihan perang bersama dengan mengerahkan angkatan laut dalam rangkaian operasi bertajuk Sabuk Keamanan Maritim (Maritime Security Belt) pada Selasa (17/2/2026).
Latihan yang digelar di Selat Hormuz, jalur minyak dunia ini menurut kantor berita semi-resmi Tasnim pertama kali diluncurkan pada tahun 2019 atas inisiatif angkatan laut Iran.
Sejak saat itu, kegiatan serupa telah digelar sebanyak tujuh kali, dengan partisipasi Rusia dan China sebagai mitra utama.
Dalam pelaksanaannya, angkatan laut dari masing-masing negara berlatih berbagai skenario, termasuk patroli bersama, respons cepat terhadap potensi ancaman, hingga pengawasan laut, udara, dan bawah permukaan.
Ajudan Presiden Rusia, Nikolay Patrushev, menyampaikan bahwa pengerahan kapal perang ketiga negara dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerjasama keamanan maritim.
Sekaligus menunjukkan peningkatan koordinasi militer di kawasan yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.
“Latihan Sabuk Keamanan Maritim 2026 di Selat Hormuz terbukti relevan untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan jalur perdagangan,” ujar Patrushev.
Hal serupa juga diungkap Iran yang menegaskan pengawasan di Selat Hormuz dilakukan secara menyeluruh selama 24 jam guna menjamin keselamatan pelayaran di kawasan tersebut.
Selain aspek keamanan, latihan ini juga memiliki dimensi strategis yang lebih luas.
Kegiatan tersebut digelar di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global dan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Bagi Iran, latihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pertahanan menghadapi potensi ancaman militer dan keamanan di wilayahnya.
Di sisi lain, kerja sama trilateral Rusia, China, dan Iran mencerminkan semakin eratnya koordinasi pertahanan di antara ketiga negara, sekaligus menunjukkan komitmen untuk menjaga stabilitas jalur energi dunia.
Baca juga: Iran Kembali Negosiasikan Isu Nuklir dengan IAEA, Pengayaan Uranium Disorot
Jalur Perdagangan Selat Hormuz Ditutup
Selama latihan militer digelar, pemerintah mengumumkan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz ditutup sementara.
Adapun penutupan sementara ini terjadi bertepatan dengan berlangsungnya negosiasi program nuklir putaran kedua antara Iran dan Amerika Serikat yang digelar di Jenewa dengan mediasi Oman.
Namun, perundingan yang berlangsung selama sekitar 3,5 jam itu belum menghasilkan titik temu. Hingga akhir pertemuan, kedua pihak dilaporkan belum mencapai kesepakatan substantif terkait isu utama yang dibahas.