Dewan Perdamaian
Prabowo soal Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF
Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan terkait dipilihnya Indonesia sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF).
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan terkait dipilihnya Indonesia sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional untuk Gaza.
Penunjukan ini diumumkan dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, Kamis (19/2/2026).
Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, menyampaikan Indonesia telah menerima tawaran posisi strategis tersebut.
“Saya telah menawarkan dan Indonesia menerima posisi Wakil Komandan untuk ISF,” ujar Jeffers dalam forum internasional tersebut.
Terkait hal itu, Prabowo menyebut akan mencari sosok terbaik.
"Iya mereka minta kita jadi Deputy Commander (Wakil Komandan). Kita cari yang bagus ya," ungkap Prabowo kepada awak media setelah pertemuan Board of Peace, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Sementara terkait pengiriman pasukan, Prabowo menyebut akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Komitmen ya kita siap, kita siap. Mungkin kelompok-kelompok advance (pendahulu) mungkin tidak lama lah, mungkin 1-2 bulan ini sudah," ungkap Prabowo.
Baca juga: Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF, Akan Pimpin Pasukan di Gaza, Siapkan 8 Ribu Personel
Sebelumnya, Indonesia menyatakan kesiapan mengirim hingga 8.000 personel TNI sebagai bagian dari kekuatan ISF.
Pasukan yang diterjunkan akan mengemban misi non-tempur, termasuk pengamanan, dukungan kemanusiaan, layanan medis, serta membantu proses rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat konflik.
ISF ditargetkan beranggotakan sekitar 20.000 personel dari berbagai negara.
Siapa saja yang bergabung dalam ISF?
ISF merupakan kekuatan militer sementara yang beroperasi di luar komando langsung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pembentukan ISF disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 pada 17 November 2025.
Negara yang siap mengirim pasukan
- Indonesia
- Maroko
- Albania
- Kazakhstan
- Kosovo
- Mesir
- Yordania