Minggu, 19 April 2026

Kapal Pesiar Terbakar di Singapura, Seorang WNI Meninggal

Seorang anggota kru berkebangsaan Indonesia meninggal dunia setelah kebakaran terjadi di kapal pesiar yang sedang menuju Singapura.

Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Foto: CNA/Ili Mansor
Kapal pesiar World Legacy di Raffles Anchorage Singapura, dekat Pulau Semakau, pada 20 Februari 2026. 

"Pihak berwenang terkait sedang menangani tindak lanjut yang diperlukan, dan kedutaan besar Indonesia di Singapura telah diber informed," tambahnya.

MPA telah menetapkan zona aman di sekitar kapal dan mengeluarkan siaran navigasi untuk memberi tahu kapal-kapal yang lewat agar menjauh.

Para surveyor dari lembaga klasifikasi yang ditunjuk oleh pemilik kapal akan naik ke kapal untuk menilai tingkat kerusakan dan perbaikan yang perlu dilakukan sebelum kapal kembali beroperasi.

Penyebab kebakaran sedang diselidiki.

Menanggapi pertanyaan CNA, World Legacy mengatakan bahwa mereka sepenuhnya bekerja sama dengan pihak berwenang.

"Keselamatan penumpang dan awak pesawat adalah prioritas utama kami," kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa mereka akan memberikan informasi terbaru lebih lanjut jika tersedia.

Ketika CNA tiba di Singapore Cruise Centre sekitar pukul 11 ​​pagi, para penumpang terlihat turun dari kapal, melewati bea cukai, dan mengambil minuman.

Beberapa diantaranya sedang diwawancarai oleh petugas Kepolisian Singapura (SPF).

World Legacy, yang dioperasikan oleh World Cruises, beroperasi dengan model "fleksibel", yang memungkinkan para tamu untuk memilih pelayaran sehari atau masa inap yang lebih lama, dan naik kapal dari Singapura atau Malaysia, menurut situs web kapal pesiar tersebut.

Dari Singapura, para tamu naik melalui layanan feri khusus dari HarbourFront Centre, dengan beberapa jadwal pelayaran setiap hari.

Misalnya, dua waktu keberangkatan - pukul 10 pagi dan 10 malam - tercantum di situs webnya untuk tanggal 22 dan 23 Februari.

Menurut laporan media sebelumnya, World Legacy sebelumnya telah membatalkan pelayaran perdananya dua hari sebelum pembukaan yang dijadwalkan pada 21 Desember tahun lalu.

Penumpang juga mengeluhkan air keran berwarna cokelat, lift yang rusak, dan pendingin udara yang lemah.

Sumber: CNA

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved