Senin, 27 April 2026

Gara-gara Kesaksian Obama, Trump Perintahkan Rilis Dokumen Alien dan UFO

Buntut pernyataan Obama soal alien, Trump langsung perintah lembaga federal rilis dokumen terkait alien dan UFO

Ringkasan Berita:
  • Pernyataan Barack Obama soal alien “nyata” memicu polemik di AS.
  • Donald Trump menuding ada kebocoran rahasia dan memerintahkan rilis dokumen terkait UFO dan UAP.
  • Isu ini menguat di tengah desakan transparansi dari Kongres dan kesaksian veteran militer.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pernyataan mengejutkan mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, tentang keberadaan alien berbuntut panjang.

Presiden AS saat ini, Donald Trump, langsung memerintahkan lembaga-lembaga federal untuk membuka dokumen pemerintah terkait kehidupan luar angkasa, fenomena udara tak dikenal (UAP), dan UFO.

Dalam wawancara bersama komentator politik Brian Tyler Cohen yang tayang Sabtu (14/2/2026) waktu AS, Obama menjawab tegas ketika ditanya soal alien.

“Mereka nyata,” kata Obama. 

Namun, ia menambahkan belum pernah melihatnya dan tidak ada makhluk luar angkasa yang “ditahan di Area 51.”

Obama juga membantah teori konspirasi lama soal Area 51, fasilitas militer rahasia milik Angkatan Udara AS di Groom Lake, Nevada Selatan, yang sejak lama dikaitkan dengan spekulasi keberadaan alien.

 “Tidak ada fasilitas bawah tanah, kecuali ada konspirasi besar-besaran, dan mereka menyembunyikannya dari presiden Amerika Serikat,” ujarnya.

Tak lama setelah pernyataan itu viral, Trump menuding Obama telah membocorkan informasi rahasia.

“Dia memberikan informasi rahasia, dia seharusnya tidak melakukan itu,” kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One.

Melalui unggahan di Truth Social pada Kamis malam, Trump menyatakan telah mengarahkan Menteri Pertahanan serta departemen dan lembaga terkait untuk memulai proses identifikasi dan perilisan berkas pemerintah mengenai “kehidupan alien dan ekstraterestrial, fenomena udara tak dikenal (UAP), dan objek terbang tak dikenal (UFO).”

Baca juga: Pernyataan Kontroversial Barack Obama, Akui Mahluk Ruang Angkasa Itu Nyata, Apa Itu Area 51?

Trump menyebut isu tersebut sebagai hal yang “sangat kompleks, tetapi sangat menarik dan penting.”

Gambar dugaan jenazah dua makhluk
Gambar dugaan jenazah dua makhluk "non-human" yang dipamerkan di Kongres Meksiko di Mexico City pada 12 September 2023. (Twitter)

Kesaksian Veteran dan Tuduhan Penutupan Informasi

Kontroversi ini menguat setelah sejumlah veteran militer bersaksi di hadapan Gugus Tugas Pengawasan dan Reformasi Pemerintah DPR AS tentang deklasifikasi rahasia federal.

Veteran Angkatan Udara Dylan Borland mengaku melihat pesawat berbentuk segitiga melayang selama beberapa menit di atas Pangkalan Angkatan Udara Langley pada 2012.

Menurutnya, objek itu tidak mengeluarkan suara, mengganggu perangkat telepon, dan memiliki material yang tampak “cair atau dinamis.”

Borland mengklaim laporannya diabaikan oleh Kantor Resolusi Anomali Semua Domain (AARO) Pentagon.

Ia bahkan mengaku mengalami pembalasan, manipulasi izin keamanan, hingga masuk daftar hitam pekerjaan intelijen federal. 

“Saya sekarang menganggur dan tidak memiliki prospek pekerjaan,” ujarnya.

Ketua gugus tugas UAP dari Partai Republik, Anna Paulina Luna, menuding Departemen Pertahanan dan komunitas intelijen kurang transparan serta menolak memberikan akses ke video dan dokumen terkait insiden UAP.

Sementara itu, anggota DPR dari Missouri, Eric Burlison, mempresentasikan video yang diklaim menunjukkan drone MQ-9 Reaper menghantam objek berbentuk bola di lepas pantai Yaman pada Oktober 2024.

Objek tersebut disebut tetap terbang meski terkena rudal Hellfire.

Baca juga: Benarkah Komet 3I/ATLAS Pesawat Alien? Ini Penjelasan NASA

Laporan Intelijen Minim Jawaban

Isu UAP sebenarnya telah menjadi perhatian sejak 2021, ketika komunitas intelijen AS merilis laporan tak terklasifikasi mengenai penampakan objek terbang tak dikenal oleh pilot militer selama beberapa dekade.

DRONE TEMBAK UFO - Tangkapan layar detik-detik drone MQ-9 Reaper milik militer AS menembak sebuah UFO atau UAP di lepas pantai Yaman pada 30 Oktober 2024. Video tersebut membuat para anggota DPR di Capitol Hill kaget saat sidang Kongres pada Selasa (9/9/2025).
DRONE TEMBAK UFO - Tangkapan layar detik-detik drone MQ-9 Reaper milik militer AS menembak sebuah UFO atau UAP di lepas pantai Yaman pada 30 Oktober 2024. Video tersebut membuat para anggota DPR di Capitol Hill kaget saat sidang Kongres pada Selasa (9/9/2025). (YouTube New York Post)

Laporan itu tidak menyimpulkan bahwa alien menjadi penyebabnya, tetapi menegaskan perlunya respons lebih serius terhadap fenomena tersebut.

Pentagon pada tahun yang sama juga merilis video yang memperlihatkan pilot militer melacak objek yang bergerak cepat dan berubah arah secara ekstrem di udara.

Langkah Trump memerintahkan pembukaan dokumen muncul di tengah tahun politik yang sibuk menjelang pemilu paruh waktu.

Partai Republik menghadapi tantangan mempertahankan mayoritas di Kongres, di tengah sorotan terhadap isu ekonomi dan keterjangkauan biaya hidup.

Terlepas dari dinamika politik, polemik ini membuat isu alien dan UAP kembali menjadi perdebatan nasional di Amerika Serikat—kali ini dipicu langsung oleh pernyataan seorang mantan presiden.

(Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved