Konflik Palestina Vs Israel
Menlu Tegaskan Palestina Sudah Paham Peran Militer Indonesia di ISF
Palestina telah mengetahui keterlibatan Indonesia dalam operasi militer gabungan lintas negara yang bertujuan menstabilkan lingkungan sipil di Gaza
Ringkasan Berita:
- Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Palestina telah memahami peran Indonesia dalam misi International Stabilization Force (ISF) di Gaza.
- Indonesia memastikan tidak terlibat operasi ofensif, melainkan fokus pada stabilitas sipil dan dukungan kemanusiaan.
- Dalam forum Board of Peace, Indonesia juga menerima tawaran posisi wakil komandan ISF dan siap mengirim hingga 8.000 personel.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pihak Palestina telah mengetahui keterlibatan Indonesia dalam operasi militer gabungan lintas negara yang bertujuan menstabilkan lingkungan sipil di Gaza atau International Stabilization Force (ISF).
Pihak Palestina yang mengetahui itu adalah Ketua National Committee for Administration of Gaza (NCAG) Ali Shaath ketika menghadiri rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) pada Rabu 19 Februari lalu.
“Palestina sudah hadir di sana, sudah mengetahui dan memahami,” ujar Menlu di Washington, Jumat (21/2/2026), waktu setempat.
Menlu mengatakan Palestina tidak hanya mengetahui melainkan juga memahami rencana apa yang akan dilakukan ISF di Gaza. Termasuk kata dia, memahami maksud dan tujuan Indonesia dalam mengirimkan pasukan ke Gaza.
Sugiono menegaskan Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun operasi militer ofensif, melainkan fokus pada menjaga stabilitas sipil dan mendukung upaya kemanusiaan.
“Kami juga telah menyampaikan national caveat (pembatasan khusus) kami, jadi semuanya sudah terlihat,” katanya.
Sugiono menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia di BoP, khususnya misi Indonesia di ISF selaras dengan kepentingan Palestina yakni situasi yang aman dan stabil sebagai prasyarat pemulihan dan proses perdamaian di Gaza.
“Langkah pertama dari rencana komprehensif ini adalah ceasefire atau gencatan senjata. Setelah itu, diciptakan suasana yang aman dan stabil, baru tahapan-tahapan berikutnya dapat dijalankan. Dan itu juga kemarin sudah disampaikan,” tuturnya.
Baca juga: Dino Patti Djalal: Kepolisian Baru Palestina Bentukan BoP Berpotensi Bersinggungan dengan Hamas
Sebelumnya, dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC pada Rabu (19/2), Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers menyampaikan telah menawarkan posisi wakil komandan kepada Indonesia dan menyatakan bahwa Indonesia menerima tawaran tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi hal itu dan berkomitmen menurunkan hingga 8.000 personel terbaik Indonesia untuk mendukung proses perdamaian berkelanjutan di Gaza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menlu-Sugiono-soal-pasukan-Indonesia-yang-dikirim-ke-Gaza.jpg)