Rabu, 22 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

IRGC Disebut Ambil Alih Kendali Hizbullah, Iran Persiapan Perang dengan AS dan Israel

Media Arab menyebut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengambilalih komando operasional Hizbullah di Lebanon.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Salma Fenty

Ringkasan Berita:
  • Dalam sebuah laporan dari media Arab menyebutkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengambil alih komando operasional Hizbullah di Lebanon.
  • Langkah strategis ini dilakukan IRGC sebagai persiapan untuk melancarkan perang total melawan Israel jika AS memutuskan untuk menyerang wilayah Iran.
  • Peralihan kendali ini merupakan respons langsung terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump yang semakin gencar menyuarakan opsi militer terhadap program nuklir Teheran.

TRIBUNNEWS.COM - Kabar mengejutkan datang dari Iran yang saat ini tengah di ambang perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Sebuah laporan intelijen terbaru mengungkapkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara de facto telah mengambil alih komando operasional Hizbullah di Lebanon.

Langkah strategis ini dilakukan sebagai persiapan untuk melancarkan perang total melawan Israel jika AS memutuskan untuk menyerang wilayah Iran.

Laporan yang pertama kali diangkat oleh media Arab ini menyebutkan bahwa keterlibatan IRGC bukan lagi sekadar sebagai penyokong dana atau penasihat militer, melainkan sudah berada pada tingkat kendali komando dan kontrol langsung terhadap milisi Syiah tersebut.

Mengutip The Times of Israel, peralihan kendali ini merupakan respons langsung terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump yang semakin gencar menyuarakan opsi militer terhadap program nuklir Teheran.

Intelijen menyebutkan bahwa Iran telah memposisikan Hizbullah sebagai "benteng pertahanan terdepan".

Jika fasilitas nuklir atau infrastruktur vital Iran dihantam oleh rudal Amerika, IRGC akan memerintahkan Hizbullah untuk segera menghujani wilayah Israel dengan ribuan roket dan rudal presisi.

Strategi ini dirancang untuk menciptakan tekanan balik bagi Washington melalui ancaman terhadap sekutu terdekatnya, Israel.

Dengan kendali langsung di tangan jenderal-jenderal IRGC, Iran memastikan bahwa respons militer dari Lebanon akan terkoordinasi secara ketat dengan unit-unit militer Iran lainnya di kawasan tersebut.

Berdasarkan data lapangan, IRGC dilaporkan telah meningkatkan pengiriman senjata canggih melalui koridor darat Suriah menuju Lebanon.

Senjata-senjata tersebut meliputi sistem pertahanan udara modern, pesawat tanpa awak (drone) bunuh diri, dan rudal jarak jauh yang mampu menjangkau pusat populasi serta instalasi energi di Israel.

Baca juga: Ketegangan di Iran: Bentrok Mahasiswa & Aparat di Kampus, Militer Uni Eropa Dicap Entitas Teroris

Selain perangkat keras, laporan tersebut juga mengindikasikan kehadiran sejumlah besar perwira senior Pasukan Quds — unit elit IRGC untuk operasi luar negeri — di wilayah Lebanon Selatan dan Lembah Bekaa.

Mereka bekerja sama dengan komandan lapangan Hizbullah untuk memperbarui doktrin tempur dan memastikan kesiapan tempur berada pada level tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Bagi Israel, perkembangan ini merupakan ancaman eksistensial.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan telah meningkatkan status kewaspadaan di sepanjang perbatasan utara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved