Sabtu, 13 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

IRGC Disebut Ambil Alih Kendali Hizbullah, Iran Persiapan Perang dengan AS dan Israel

Media Arab menyebut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengambilalih komando operasional Hizbullah di Lebanon.

Tayang:
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Salma Fenty

Para pejabat militer Israel memperingatkan bahwa perang di masa depan tidak akan terbatas pada pertempuran gerilya, melainkan konflik skala penuh yang melibatkan serangan udara masif dan potensi invasi darat di kedua belah pihak.

Di sisi lain, pengambilalihan kendali Hizbullah oleh IRGC ini juga menimbulkan dinamika politik di dalam negeri Lebanon.

Para pengamat politik menilai langkah Iran tersebut semakin mengikis kedaulatan Lebanon dan menyeret negara yang sedang dilanda krisis ekonomi tersebut ke dalam pusaran konflik yang bukan miliknya.

Diplomasi Nuklir di Ujung Tanduk

Iran dan AS dengan cepat menuju konflik militer seiring memudarnya harapan akan solusi diplomatik untuk kebuntuan mereka terkait program nuklir Teheran.

Pemerintah Israel meyakini Teheran dan Washington berada dalam kebuntuan dan sedang mempersiapkan kemungkinan aksi militer gabungan dengan AS, meskipun belum ada keputusan yang dibuat mengenai apakah akan melakukan operasi tersebut.

Ini akan menjadi kali kedua AS dan Israel menyerang Iran dalam waktu kurang dari setahun, menyusul serangan udara AS dan Israel terhadap fasilitas militer dan nuklir pada Juni lalu.

Baca juga: Trump Beri Iran Tenggat 10–15 Hari Negosiasi Nuklir, Pakar: Diplomasi Jadi Strategi Menekan Teheran

Para pejabat regional mengatakan negara-negara Teluk sedang bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi militer yang mereka khawatirkan dapat lepas kendali dan mendestabilisasi Timur Tengah.

Dua pejabat Israel mengatakan kepada Reuters bahwa mereka percaya jurang pemisah antara Washington dan Teheran tidak dapat dijembatani dan kemungkinan eskalasi militer dalam waktu dekat sangat tinggi.

"Kedua belah pihak tetap berpegang teguh pada pendirian mereka," kata Alan Eyre, mantan diplomat AS dan spesialis Iran, mengutip Arab News.

Eyre menambahkan bahwa tidak ada hal berarti yang dapat muncul “kecuali AS dan Iran mundur dari garis merah mereka”.

"Yang tidak bisa dilakukan Trump adalah mengumpulkan semua militer ini, lalu kembali dengan kesepakatan yang 'biasa-biasa saja' dan menarik kembali militer."

"Saya pikir dia khawatir akan kehilangan muka. Jika dia menyerang, situasinya akan cepat memburuk," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved