Konflik Palestina Vs Israel
Sosok Mike Huckabee, Sekutu Trump yang Wajarkan Israel Raya Caplok Tanah Negara-Negara Arab
Huckabee, seorang Zionis yang mengakuinya sendiri, mengklaim sebagai pendukung setia Israel.
Sosok Mike Huckabee, Sekutu Trump yang Wajarkan Israel Raya Caplok Tanah Negara-Negara Arab
TRIBUNNEWS.COM - Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, memicu gelombang kritik dari negara-negara Arab dan Muslim.
Hal itu setelah di menyatakan kalau Israel berhak untuk memperluas wilayahnya di sebagian besar wilayah Timur Tengah.
Baca juga: Blunder Mike Huckabee, Bau Kentut Ekspansionis Amerika-Israel Makin Menyengat Negara-Negara Arab
Huckabee menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara tatap muka dengan pengamat AS Tucker Carlson , yang disiarkan pada hari Jumat, ketika ia didesak untuk memberikan keterangan tentang perbatasan geografis Israel.
Carlson meminta Huckabee, untuk mengklarifikasi pendiriannya tentang janji Alkitab mengenai tanah yang membentang di wilayah antara Sungai Efrat di Irak dan Sungai Nil di Mesir kepada keturunan Abraham.
Carlson juga bertanya ke Huckabee apakah negara Israel modern berhak mengklaim garis keturunan tersebut.
“Tidak masalah jika mereka mengambil semuanya,” kata Huckabee.
Wilayah tersebut akan mencakup Lebanon, Suriah, Yordania, dan sebagian Arab Saudi saat ini. Perlu dicatatat wilayah-wilayah itu sebagai besar termaktub dalam apa yang disbeut dalam wacana "Israel Raya".
Baca juga: Yordania Murka, Tel Aviv Rilis Peta Israel Raya Mulai dari Palestina, Yordan, Lebanon hingga Suriah
Duta Besar AS tersebut kemudian tampaknya menarik kembali klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa itu adalah "pernyataan yang agak berlebihan".
Dia juga mengatakan Israel tidak berniat untuk memperluas wilayahnya dan memiliki hak atas keamanan di tanah yang saat ini dikuasainya.
Retorika Ekstremis
Komentar Huckabee memicu reaksi keras dari negara-negara tetangga seperti Mesir dan Yordania, Arab Saudi, Organisasi Kerja Sama Islam, dan Liga Arab, yang dalam pernyataan terpisah menyebutnya sebagai "ekstremis", "provokatif", dan "tidak sejalan dengan posisi resmi Washington".
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menggambarkan komentar Huckabee sebagai "retorika ekstremis" dan "tidak dapat diterima", serta meminta Departemen Luar Negeri AS untuk memberikan klarifikasi.
Kementerian Luar Negeri Mesir menyebut pernyataan tersebut sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap hukum internasional, dan menambahkan bahwa "Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau wilayah Arab lainnya."
Kementerian Luar Negeri Yordania menolak pernyataan tersebut sebagai "absurd dan provokatif," pelanggaran norma diplomatik, dan "pelanggaran terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan tersebut".
“Pernyataan-pernyataan seperti ini—yang ekstremis dan tidak memiliki dasar yang kuat—hanya akan mengobarkan sentimen dan membangkitkan emosi keagamaan dan nasional,” kata Liga Arab dalam sebuah pernyataan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Donald-Trump-kanan-dan-Mike-Huckabee-kiri.jpg)