Iran Vs Amerika Memanas
Rudal Iran yang Mampu Tenggelamkan Kapal Induk AS, Ancaman Ayatollah Khamenei Tidak Main-main
Pada 5 Februari 2026, Iran menempatkan rudal ini di markas bawah tanah IRGC sebagai unjuk kekuatan ofensif menjelang negosiasi dengan AS.
Ringkasan Berita:
- Pekan lalu Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, klaim punya senjata yang mampu tenggelamkan kapal induk AS.
- Saat ini kapal induk AS Abraham Lincoln mengangkut puluhan persenjataan dan puluhan jet tempur telah berada di Timur Tengah.
- Iran pernah memperkenalkan salah satu rudal hipersonik yang bisa menjangkau sasaran hingga 2.000 kilometer jauhnya.
TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Dalam pidatonya pada 17 Februari 2026 lalu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan negaranya memiliki senjata yang mampu menenggelamkan kapal induk Amerika Serikat (AS) jika perang meletus antara Iran Vs AS.
"Kapal induk adalah mesin yang berbahaya tetapi yang lebih berbahaya daripada itu adalah senjata yang mampu menenggelamkannya," kata Khamenei.
Pernyataan pemimpin militer tertinggi Iran itu keluar sebagai tanggapan terhadap laporan militer AS yang telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford beserta puluhan jet tempur ke Selat Hormuz, Timur Tengah.
Sebagai gambaran Kapal Induk USS Abraham Lincoln memiliki panjang hingga 333 meter.
Kapal induk ini dapat menampung dan mengoperasikan sekitar 60-70 pesawat, termasuk pesawat tempur F/A-18 Hornet dan jet tempur siluman F-35C Lightning II, serta pesawat pendukung seperti E-2C Hawkeye.
Meski klaim mampu tenggelamkan kapal induk AS namun sayangnya Ayatollah Khamenei tidak menyebutkan senjata atau rudal apa yang mampu meluluhlantakkan kapal induk raksasa AS itu.
Meskipun demikian, Iran memiliki berbagai sistem persenjataan, mulai dari rudal hipersonik hingga rudal jelajah anti-kapal subsonik yang lebih murah namun tetap mematikan.
Rudal Hipersonik Iran
Senjata paling ampuh dalam persenjataan Iran yang dapat digunakan menghancurkan Kapal Induk Angkatan Laut AS adalah rudal hipersonik kelas Fattah.
Dikembangkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), rudal pertama dari kelas Fattah adalah Fattah-1 diresmikan pada Juni 2023.
Menurut Associated Press (AP), Fattah-1 adalah rudal balistik jarak menengah (MRBM) dengan jangkauan yang dilaporkan mencapai 1.400 km hingga 2.000 km.
Dengan kecepatan Mach 13–15 (17.900 km/jam), rudal ini diklaim mampu mencapai Israel dalam waktu kurang dari 7 menit dari Iran.
Rudal ini memiliki pendorong berbahan bakar padat dan kendaraan masuk kembali yang dapat bermanuver (MaRV) dengan kontrol vektor dorong yang dirancang untuk menghindari pertahanan anti-rudal pada fase terminalnya (fase akhir penerbangan rudal sebelum mengenai targetnya).
Menggunakan hulu ledak Maneuverable Reentry Vehicle (MARV) dan nosel mesin yang dapat digerakkan, memungkinkan rudal mengubah arah di dalam maupun luar atmosfer.
Kecanggihan rudal ini juga dirancang untuk menghindari sistem pertahanan udara canggih seperti Arrow dan Iron Dome milik Israel.
Terbukti pada Oktober 2024 lalu, beberapa rudal ini mampu menembus sistem pertahanan udara Iron Dome Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/INFOGRAFIS-Perbandingan-Kekuatan-Militer-AS-vs-Iran_20260115_231627.jpg)