Pekerja Migran asal Indonesia Dikecam Usai Rekam dan Ejek Siswi Korea di Bus, Videonya Viral
Video yang diunggah pria tersebut mulai menyebar di berbagai platform media sosial dan komunitas online pada 20 Februari.
Ringkasan Berita:
- Seorang pekerja asal Indonesia dikecam setelah merekam siswi Korea di bus sambil melontarkan ucapan bernuansa pelecehan dan mengunggahnya ke media sosial
- Video itu viral sejak 20 Februari 2026 dan memicu kemarahan publik
- Perusahaan tempatnya bekerja pun menyampaikan permintaan maaf dan menyiapkan sanksi disipliner.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, SEOUL — Seorang pekerja asing asal Indonesia menuai kecaman luas setelah merekam seorang siswi Korea di dalam bus sambil melontarkan ucapan bernuansa pelecehan, lalu mengunggah video tersebut ke media sosial.
"Insiden ini memicu kemarahan publik dan berujung pada permintaan maaf resmi dari perusahaan tempat pria tersebut bekerja," ungkap media Korea JoongAng Ilbo versi Jepang (22/2/2026).
Video yang diunggah pria tersebut mulai menyebar di berbagai platform media sosial dan komunitas online pada 20 Februari 2026.
Dalam rekaman itu, pria tersebut duduk di samping seorang siswi di dalam bus dan berbicara kepadanya dalam bahasa Indonesia, menanyakan “Ni cilor mau”, yang secara harfiah berarti “Mau camilan?”
Namun, sejumlah pihak menilai ucapan tersebut sengaja dipilih karena pengucapannya mirip dengan kata lain yang berkonotasi seksual dalam bahasa Indonesia.
Diduga, pria itu bermaksud membuat lelucon tidak senonoh kepada siswi tersebut.
Baca juga: Media Korea Sebut Megawati Diincar Tim Ibukota, Pink Spiders Masuk List Daftar Peminat
Karena tidak memahami bahasa yang digunakan, siswi itu terlihat kebingungan dan canggung.
Pria tersebut kemudian merekam reaksinya dan bahkan menertawakan situasi itu dalam video yang diunggah secara publik tanpa persetujuan korban.
Tindakan merekam tanpa izin serta dugaan pelecehan verbal memicu gelombang kritik keras dari warganet.
Setelah identitas pria tersebut terlacak oleh pengguna internet, diketahui ia bekerja di sebuah perusahaan distribusi produk peternakan di Korea Selatan.
Menanggapi kontroversi tersebut, perusahaan tempat pria itu bekerja segera mengeluarkan pernyataan resmi.
Pimpinan perusahaan menyampaikan permohonan maaf mendalam atas ketidaknyamanan dan luka yang ditimbulkan oleh perilaku karyawannya.
Perusahaan juga menegaskan bahwa tindakan tidak pantas tersebut bertentangan dengan nilai perusahaan dan menyatakan kasus ini ditangani dengan sangat serius.
Saat ini pihak perusahaan sedang memverifikasi fakta berdasarkan informasi yang diperoleh dan berencana mengambil tindakan disipliner sesuai peraturan internal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pmilecehkan22222.jpg)