Dewan Perdamaian
Pakistan Masih Tunda Keputusan soal Pengiriman Pasukan ke ISF
Pakistan tidak termasuk di antara lima negara yang telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk
Ringkasan Berita:
- Pakistan tidak termasuk lima negara yang berkomitmen mengirim pasukan ke International Stabilization Force (ISF) di Gaza karena mandat misi belum jelas.
- Islamabad hanya bersedia ikut misi penjaga perdamaian, tetapi menolak jika mencakup pelucutan senjata atau demiliterisasi.
- Donald Trump menjanjikan dana 10 miliar dolar AS untuk BOP serta menggalang dukungan negara-negara lain.
- Beberapa donor seperti Qatar, Arab Saudi, & Uni Emirat Arab juga menjanjikan miliaran dolar untuk rekonstruksi Gaza.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pakistan tidak termasuk di antara lima negara yang telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk International Stabilization Force (ISF) di Gaza, yang dibentuk untuk mengamankan zona rekonstruksi dan mendukung pemerintahan pascakonflik di wilayah tersebut.
Dikutip dari Dawn, Senin (23/2/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis, 19 Februari 2026, menjanjikan dana sebesar 10 miliar dolar AS untuk Dewan Perdamaian (Board of Peace) dan menyatakan bahwa sejumlah negara mayoritas Muslim telah menawarkan pendanaan serta pasukan bagi Gaza dalam pertemuan perdana forum tersebut di Washington.
Trump mengumpulkan sekutu dari berbagai negara, termasuk sejumlah pemimpin dari negara berkembang, dalam pertemuan Dewan Perdamaian.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Gaza.
“Kita akan membantu Gaza. Kita akan memperbaikinya. Kita akan membuatnya sukses,” kata Trump.
Ia menambahkan bahwa model tersebut dapat diterapkan di wilayah konflik lainnya.
“Kita akan menciptakan suasana damai, dan kita akan melakukan hal-hal seperti itu di tempat lain,” ujarnya.
Janji pengerahan pasukan
Dewan Perdamaian dibentuk setelah pemerintahan Trump, bersama Qatar dan Mesir, menegosiasikan gencatan senjata pada Oktober 2025 untuk menghentikan konflik Israel di Gaza yang berlangsung selama dua tahun.
Fase kedua dari rencana perdamaian tersebut mencakup pelucutan senjata Hamas.
Maroko menjadi negara Arab pertama yang menyatakan kesiapan mengirim polisi dan petugas untuk bergabung dalam ISF.
Selain itu, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers mengatakan Albania, Indonesia, Kazakhstan, dan Kosovo juga telah berkomitmen mengirimkan pasukan. Ia juga mengumumkan bahwa seorang perwira Indonesia akan menjabat sebagai Wakil Panglima pasukan tersebut.
Indonesia sebelumnya menyatakan kesiapan mengirim hingga 8.000 tentara, hampir setengah dari total 20.000 personel yang dibutuhkan untuk misi tersebut.
Trump juga memuji Presiden RI Prabowo Subianto, yang hadir dalam pertemuan tersebut, dan menyebutnya sebagai sosok yang tangguh.
Sementara itu, diplomat Bulgaria Nickolay Mladenov, yang ditunjuk sebagai perwakilan tinggi untuk Gaza oleh Amerika Serikat, mengumumkan dimulainya perekrutan polisi untuk administrasi baru di Gaza. Ia mengatakan sekitar 2.000 orang telah mendaftar dalam beberapa jam pertama.
Sikap Pakistan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi mengatakan Islamabad belum dapat mengambil keputusan terkait keterlibatan dalam ISF karena mandat misi tersebut belum sepenuhnya jelas.
“Kami memahami bahwa keputusan mengenai batasan mandat Pasukan Stabilisasi Internasional masih ditunggu, dan sampai saat itu, kami belum dapat mengambil keputusan apa pun,” kata Andrabi.
Ia menambahkan Pakistan terbuka untuk berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian, namun tidak akan terlibat dalam mandat yang mencakup pelucutan senjata atau demiliterisasi.
“Pakistan dapat menjadi bagian dari mandat penjaga perdamaian, tetapi kami tidak akan menjadi bagian dari mandat pelucutan senjata atau demiliterisasi,” ujarnya.
Trump mengatakan Amerika Serikat akan menyumbangkan 10 miliar dolar AS kepada Dewan Perdamaian, meskipun belum dijelaskan secara rinci mekanisme penggunaan dana tersebut.
Selain itu, ia mengumumkan negara-negara donor telah menjanjikan sekitar 7 miliar dolar AS untuk rekonstruksi Gaza.
Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab masing-masing menjanjikan setidaknya 1 miliar dolar AS.
Trump juga mengatakan FIFA akan mengumpulkan 75 juta dolar AS untuk proyek sepak bola di Gaza, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menyumbangkan 2 miliar dolar AS untuk bantuan kemanusiaan.
Perbedaan sikap soal pelucutan senjata Hamas
Trump menyatakan berharap pelucutan senjata Hamas dapat dilakukan tanpa kekerasan.
Namun, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menegaskan Hamas harus dilucuti dan Gaza harus melalui proses deradikalisasi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menegaskan Hamas akan dilucuti, baik secara damai maupun dengan paksa.
Sementara itu, juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan pasukan internasional harus berfokus pada pemantauan gencatan senjata dan mencegah agresi Israel.
Board of Peace juga menuai kritik, terutama terkait transparansi dan struktur kewenangannya.
Trump disebut memiliki hak veto atas dewan tersebut dan dapat tetap menjadi ketua bahkan setelah masa jabatannya berakhir.
Peneliti senior Brookings Institution Bruce Jones mengkritik konsep tersebut.
Baca juga: Pengamat: Calon Wakil Komandan ISF Paling Pas yang Pernah Berdinas di PMPP Atau Puskersin TNI
“Ini adalah perpaduan yang membingungkan antara ambisi dan narsisisme, tanpa diimbangi oleh upaya koherensi intelektual,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Inaugural-Meeting-bop.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.