Sabtu, 2 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Drone Mata-mata AS MQ-4C Dilaporkan Hilang Kontak di Perbatasan Iran, Sempat Nyalakan Sinyal Darurat

Drone pengintai Angkatan Laut Amerika Serikat MQ-4C Triton dilaporkan mengalami "hilang kontak".

Tayang:
HO/IST/Northrop Grumman
HILANG KONTAK - Pesawat tanpa awak MQ-4C Triton. Drone ini dikabarkan hilang kontak di perbatasan Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Drone pengintai Angkatan Laut Amerika Serikat jenis MQ-4C Triton dilaporkan mengalami hilang kontak saat menjalankan misi di perairan internasional yang berbatasan dengan Iran, Minggu (23/2/2026). 
  • Sebelum sinyalnya terputus, drone tersebut sempat memancarkan kode darurat. 
  • Data radar menunjukkan adanya gangguan sesaat sebelum transmisi benar-benar hilang, memunculkan spekulasi kemungkinan masalah teknis atau interferensi elektronik. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Drone pengintai Angkatan Laut Amerika Serikat MQ-4C Triton dilaporkan mengalami "hilang kontak".

Pesawat tanpa awak berteknologi tinggi itu dikabarkan mendadak alami gangguan setelah sinyalnya tak lagi terpantau sistem radar saat menjalankan misi di kawasan perairan internasional yang berbatasan dengan Iran, Minggu (23/2/2026). 

Sebelum komunikasi terputus, drone disebut sempat memancarkan kode darurat, menandakan adanya situasi tidak normal.

Informasi yang beredar melalui IranNews menyebutkan, posisi terakhir Triton terlacak di ketinggian sekitar 32.900 kaki di atas laut, tepat di sisi selatan ruang udara Iran

Data radar menunjukkan adanya gangguan sesaat sebelum sinyal benar-benar menghilang, memunculkan dugaan kemungkinan masalah teknis maupun interferensi elektronik. 

Putusnya transmisi secara tiba-tiba itulah yang memicu spekulasi luas tentang apa yang sebenarnya terjadi pada drone bernilai tinggi tersebut.

Drone itu diketahui lepas landas dari Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab, salah satu titik strategis operasi militer AS di kawasan Teluk. MQ-4C Triton merupakan aset intelijen bernilai tinggi dengan harga sekitar 180 juta dolar AS per unit. 

Dirancang untuk misi pengawasan maritim jarak jauh, drone ini mampu terbang dalam durasi panjang dengan sensor canggih, termasuk radar pemantau area luas dan sistem pengumpulan data intelijen secara real-time.

Jika kabar kehilangan ini benar, tentu ini kerugian strategis bagi Amerika Serikat, terutama di tengah meningkatnya eskalasi antara Washington dan Teheran. 

Menindaklanjuti laporan hilangnya sinyal, Armada Ketujuh Amerika Serikat dilaporkan mengerahkan sejumlah kapal perusak ke koordinat terakhir untuk melakukan operasi pencarian dan investigasi kemungkinan puing. 

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Pentagon terkait penyebab pasti insiden “hilang kotak” tersebut.

Iran Vs Drone Amerika

Iran beberapa kali pernah "berurusan" dengan drone Amerika Serikat.

Pada 5 Desember 2011, dunia terkejut saat Iran mengumumkan bahwa mereka berhasil merebut sebuah drone siluman Lockheed Martin RQ-170 Sentinel milik CIA yang terbang di dekat wilayah udaranya di timur negara itu. 

Teheran menyatakan bahwa unit perang siber dan elektronika mereka berhasil mengambil alih kendali pesawat tanpa awak itu, sehingga drone itu mendarat relatif utuh di wilayah Iran

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved