Iran Vs Amerika Memanas
Benarkah Jenderal Top Amerika Tolak Perintah Trump Buat Berperang Lawan Iran?
Jenderal John Daniel Caine merupakan satu di antara jenderal top di AS saat ini dan menjabat sebagai Kepala Staf Umum Militer AS.
Benarkah Jenderal Top Amerika Tolak Perintah Trump Buat Berperang Lawan Iran?
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespons keras apa yang disebutnya "berita palsu" yang mengklaim kalau Jenderal John Daniel "Razin" Caine menentang Amerika Serikat berperang dengan Iran.
Jenderal John Daniel Caine merupakan satu di antara jenderal top di AS saat ini dan menjabat sebagai Kepala Staf Umum Militer AS.
Trump menegaskan kalau laporan-laporan ini adalah "rekayasa murni."
Baca juga: Israel Cemas Model Serangan Amerika ke Iran Cuma Seperti Serangan Terbatas ke Houthi Yaman
Trump menulis di platform Truth Social miliknya: "Baru-baru ini, banyak berita palsu beredar di media yang mengklaim bahwa Jenderal Daniel Keane, kadang-kadang disebut Raizin, menentang kita berperang dengan Iran. Berita-berita ini tidak memiliki sumber dan sepenuhnya dibuat-buat."
Presiden AS justru memuji Jenderal Keane, seraya mencatat kalau "seperti yang lainnya, dia tidak menginginkan perang, tetapi dia percaya bahwa jika keputusan dibuat untuk menghadapi Iran secara militer, kemenangan akan berada di pihak AS . "
Trump mengungkapkan, Caine bertanggung jawab atas Operasi Midnight Hammer, yang menargetkan program nuklir Iran pada Junia 2025 silam.
Presiden AS juga menegaskan kalau program tersebut "tidak lagi dalam pengembangan, tetapi telah dihancurkan sepenuhnya oleh pesawat pembom B-2 raksasa kami."
Trump menambahkan: "Raizin Caine adalah pemimpin militer yang brilian, mewakili angkatan darat terkuat di dunia.
"Dia tidak pernah berbicara tentang "tidak" soal perang menghadapi Iran, bahkan tentang dugaan serangan terbatas yang saya baca. Dia hanya tahu satu hal: bagaimana menang, dan jika diminta untuk melakukannya, dia akan berada di garis depan para pemenang."
Trump mengakhiri pernyataannya dengan menyinggung Iran, mengatakan:
"Semua yang telah ditulis tentang kemungkinan perang dengan Iran telah ditulis secara salah, dan memang disengaja. Saya yang membuat keputusan, dan saya lebih memilih untuk mencapai kesepakatan daripada tidak, tetapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat sulit bagi negara itu dan, sayangnya, juga bagi rakyatnya, karena mereka hebat dan luar biasa, dan hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi pada mereka."
Siapa John Daniel "Razin" Caine?
Jenderal John Daniel Caine kini menjabat sebagai Kepala Staf Gabungan Militer AS, menggantikan Jenderal CQ Brown dalam sebuah perombakan besar-besaran bertabur insiden pemecatan enam perwira senior militer AS pada Februari 2025 silam.
Saat naik menduduki posisi tinggi di militer AS, Dan Caine masih berpangkat Letnan Jenderal.
Dibanding tokoh lain di militer AS, Caine cenderung tidak populer namun kerap terlibat dalam operasi khusus, sesuatu yang menjadi preferensi Trump dalam menunjuk personel militer untuk menduduki posisi tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jenderal-Angkatan-Udara-Amerika-Serikat-Dan-Caine.jpg)