Iran Vs Amerika Memanas
Trump: Iran Sedang Kembangkan Rudal yang Ancam AS dan Eropa
Dalam pidato kenegaraan, Presiden AS Donald Trump menuduh Iran sedang mengembangkan rudal yang ancam Eropa dan pangkalan militer AS di luar negeri.
Sebagai gantinya, sanksi ekonomi internasional terhadap Iran dicabut atau dilonggarkan.
Namun pada 2018, Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump keluar dari kesepakatan tersebut.
Setelah itu, AS kembali menjatuhkan sanksi berat kepada Iran.
Langkah ini membuat hubungan kedua negara kembali memanas dan upaya perundingan selanjutnya sering mengalami kebuntuan.
AS terus menekan Iran agar menghentikan pengayaan uranium, karena dikhawatirkan bisa membuka jalan menuju pembuatan senjata nuklir.
Sementara itu, Iran menolak tuntutan tersebut dan menyatakan bahwa pengayaan uranium adalah haknya sebagai negara berdaulat, selama tetap berada di bawah pengawasan badan internasional, yaitu International Atomic Energy Agency (IAEA).
AS ingin pembatasan yang jauh lebih ketat agar Iran benar-benar tidak memiliki peluang membuat senjata nuklir, sementara Iran menegaskan negaranya mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai, seperti pembangkit listrik dan riset medis.
Situasi semakin tegang dengan meningkatnya aktivitas militer di kawasan Teluk, termasuk penambahan kekuatan militer AS, ancaman terhadap fasilitas nuklir Iran, serta serangan terhadap fasilitas tersebut pada tahun lalu, dirangkum dari Al Jazeera.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TRUuMP-3456345643565T.jpg)