Iran Vs Amerika Memanas
Intelijen Israel: Daya Gempur AS ke Iran Terbatas, Serangan Intensif Hanya Kuat Gempur Iran 5 Hari,
Intelijen Israel nilai daya gempur AS ke Iran terbatas. Serangan intensif diprediksi hanya 5 hari. Negosiasi Jenewa jadi penentu arah konflik kawasan.
Ringkasan Berita:
- Intelijen Israel menilai AS hanya mampu melancarkan serangan udara intensif ke Iran selama 4–5 hari karena keterbatasan logistik, amunisi presisi, dan faktor jarak operasi.
- Luas wilayah Iran, sistem pertahanan berlapis, serta potensi serangan balasan ke pangkalan AS membuat operasi militer jangka panjang berisiko besar.
- AS dan Iran kembali berunding di Jenewa, keberhasilan negosiasi bisa meredakan ketegangan, sementara kegagalan berpotensi memicu eskalasi militer dan tekanan baru di kawasan.
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan setelah laporan intelijen Israel memperkirakan kemampuan militer Washington untuk melancarkan serangan intensif terhadap Teheran terbatas dalam waktu singkat.
Seorang pejabat intelijen Israel menyebutkan bahwa meskipun Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan militer besar-besaran ke kawasan, daya tahan untuk melakukan serangan udara intensif terhadap Iran diperkirakan hanya berlangsung selama empat hingga lima hari.
Menurut pejabat tersebut, AS memang telah menempatkan dua kapal induk, lebih dari selusin kapal perang, serta sejumlah besar pesawat tempur di wilayah Timur Tengah.
Namun, dalam skenario serangan berintensitas tinggi, logistik dan kapasitas tempur disebut hanya cukup untuk beberapa hari, jika serangan dilakukan dengan intensitas lebih rendah, operasi militer tersebut diperkirakan dapat dipertahankan hingga sekitar satu minggu.
Penilaian ini dilontarkan bukan tanpa alasan, pasalnya serangan modern AS terhadap target strategis biasanya menggunakan rudal jelajah dan bom berpemandu yang jumlahnya terbatas dan membutuhkan waktu untuk pengisian ulang dari pangkalan logistik di luar kawasan.
Selain keterbatasan persediaan senjata,mengutip dari The Times Of Israel faktor jarak operasi juga menjadi pertimbangan utama.
Iran diketahui memiliki wilayah yang luas dengan banyak target militer tersebar di berbagai lokasi.
Kondisi geografis ini membuat pesawat tempur harus menempuh jarak jauh dan melakukan pengisian bahan bakar di udara secara berkala, yang turut membatasi tempo dan durasi operasi intensif.
Kemampuan pertahanan Iran juga menjadi faktor penting dalam perhitungan tersebut. Teheran memiliki sistem pertahanan udara berlapis, jaringan rudal balistik, serta potensi respons melalui sekutu regional.
Risiko serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di kawasan maupun terhadap jalur pelayaran strategis dinilai dapat meningkatkan biaya operasional dan mempersempit ruang gerak militer Washington.
Pertimbangan politik dan strategis turut mempengaruhi proyeksi durasi serangan.
Baca juga: Pasukan IRGC Asah Kekuatan Tempur, Gelar Latihan Besar Saat Negosiasi Nuklir Iran -AS Memanas
Operasi militer berkepanjangan dinilai berisiko memicu konflik regional yang lebih luas, mengganggu stabilitas energi global, serta meningkatkan tekanan internasional terhadap Amerika Serikat.
Karena itu, setiap opsi militer kemungkinan dirancang sebagai operasi cepat dan terbatas, bukan kampanye jangka panjang.
Iran Tegaskan Pilih Jalur Diplomasi
Meski ketegangan terus membara namun kedua belah pihak berupaya membuka diplomasi untuk meminimalisir ketegangan.
Terbaru, Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menggelar putaran lanjutan pembicaraan nuklir di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2/2026)