Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Donald Trump Pilih Solusi Diplomatik dengan Iran

Trump berulang kali mengatakan bahwa situs-situs nuklir Iran telah musnah, sebuah klaim yang dibantah oleh para ahli.

Penulis: Hasanudin Aco
YouTube Global News
PILIH DIPLOMASI - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan di Ruang Sidang DPR, Gedung Capitol, Washington, Selasa (24/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Di tengah isu perang AS Vs Iran, Presiden AS Donald Trump mengatakan lebih memilih solusi diplomatik dengan Iran.
  • Trump berulang kali mengatakan bahwa situs-situs nuklir Iran telah musnah, sebuah klaim yang dibantah oleh para ahli.
  • Baik intelijen AS maupun badan pengawas nuklir PBB tidak menemukan bukti apa pun tahun lalu bahwa Iran sedang mengejar nuklir.

TRIBUNNEWS.COM, AS - Di tengah peningkatan kekuatan militer Amerika Serikat (AS) ke Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump mengatakan lebih memilih solusi diplomatik dengan Iran.

Donald Trump mengatakan kepada Kongres AS lebih memilih untuk menyelesaikan perbedaan  pendapat dengan Iran melalui diplomasi.

Sambil memaparkan alasannya potensi melakukan serangan ke Iran jika terus berupaya mengembangkan nuklir yang dapat menyerang daratan AS.

Trump berulang kali mengatakan bahwa situs-situs nuklir Iran telah musnah, sebuah klaim yang dibantah oleh para ahli.

“Kita telah menghancurkannya dan mereka ingin memulainya lagi. Dan saat ini mereka kembali mengejar ambisi jahat mereka,” kata Trump dalam pidato kenegaraan tahunannya di hadapan Kongres AS pada Selasa (24/2/2026) waktu setempat.

“Kami sedang bernegosiasi dengan mereka. Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kami belum mendengar kata-kata rahasia itu. Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir."

Sejak pekan lalu militer AS yang telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford beserta puluhan jet tempur ke Selat Hormuz, Timur Tengah.

Sebagai gambaran Kapal Induk USS Abraham Lincoln memiliki panjang hingga 333 meter.

Kapal induk ini dapat menampung dan mengoperasikan sekitar 60-70 pesawat, termasuk pesawat tempur F/A-18 Hornet dan jet tempur siluman F-35C Lightning II, serta pesawat pendukung seperti E-2C Hawkeye.

 

Trump mengatakan bahwa setelah serangan AS terhadap situs nuklir Iran pada Juni 2025, negara itu  telah diperingatkan untuk tidak melakukan upaya lebih lanjut untuk membangun kembali program senjata, khususnya senjata nuklir.

Iran telah bersikeras selama bertahun-tahun bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil.

Baik intelijen AS maupun badan pengawas nuklir PBB tidak menemukan bukti apa pun tahun lalu bahwa Iran sedang mengejar senjata atom.

Selain menuduh Iran memulai kembali program nuklirnya, Trump mengklaim Teheran sedang berupaya membangun rudal yang "segera" akan mampu mencapai AS, menggemakan klaim di media pemerintah Iran  sedang mengembangkan rudal yang mampu mencapai Amerika Utara.

Ia juga mengklaim Iran bertanggung jawab atas pemboman pinggir jalan yang telah menewaskan anggota militer AS dan warga sipil.

Ia mengkritik sikap pemerintah Iran atas kematian ribuan demonstran yang tewas selama demonstrasi anti-pemerintah baru-baru ini.

“Rezim (Iran) dan antek-anteknya yang kejam tidak menyebarkan apa pun selain terorisme, kematian, dan kebencian,” kata Trump.

Araghchi: Kesepakatan 'dalam jangkauan'

Komentar terbaru Trump mengenai ketegangan tersebut muncul di tengah peningkatan signifikan kekuatan militer AS di Timur Tengah, dan sebelum putaran ketiga pembicaraan tidak langsung yang dijadwalkan pada hari Kamis.

Pembicaraan yang akan diadakan di Jenewa dan dimediasi oleh Oman ini akan dihadiri oleh utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, bersama dengan para pejabat Iran.

Pada Selasa lalu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa kesepakatan dengan Washington untuk mencegah konflik "sudah di depan mata"

Saat Iran bersiap untuk melanjutkan pembicaraan di Jenewa "dengan tekad untuk mencapai kesepakatan yang adil dan merata – dalam waktu sesingkat mungkin".

“Keyakinan mendasar kami sangat jelas,” tulisnya.

 “Iran tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir dalam keadaan apa pun; kami, rakyat Iran, juga tidak akan pernah melepaskan hak kami untuk memanfaatkan keuntungan dari teknologi nuklir damai demi rakyat kami.”

Iran dan AS memiliki “kesempatan bersejarah untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya”, katanya “tetapi hanya jika diplomasi diprioritaskan”.

Sumber: Al Jazeera

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved