Selasa, 28 April 2026

Penduduk Amagasaki Naik, Lebih dari Separuh Kenaikan dari Warga Asing, Indonesia sekitar 300 orang

Penduduk Amagasaki kembali tumbuh pada 2025, didorong lonjakan warga asing dan subsidi baru bagi pekerja UKM

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Istimewa
BERTAMBAH 500 ORANG - Satu sudut kehidupan masyarakat di kota Amagasaki prefektur Hyogo. Jumlah penduduk di Amagasaki, Prefektur Hyogo, pada 2025 meningkat 500 orang dibanding tahun sebelumnya. Ini menjadi kali pertama dalam enam tahun terakhir populasi kota tersebut kembali mencatat pertumbuhan, berdasarkan data resmi pemerintah kota. (Istimewa) 

Ringkasan Berita:
  • Penduduk Amagasaki naik 500 orang pada 2025, pertama kali tumbuh dalam enam tahun terakhir 
  • Lonjakan dipicu kelebihan pindah masuk 3.335 orang, lebih dari separuhnya warga asing, terutama dari Vietnam, Nepal, dan Indonesia 
  • Pemerintah juga memperluas subsidi hingga 200.000 yen untuk dukung peningkatan keterampilan pekerja asing di sektor UKM

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, AMAGASAKI — Jumlah penduduk di Amagasaki, Prefektur Hyogo, pada 2025 meningkat 500 orang dibanding tahun sebelumnya.

Ini menjadi kali pertama dalam enam tahun terakhir populasi kota tersebut kembali mencatat pertumbuhan, berdasarkan data resmi pemerintah kota.

"Kenaikan tersebut didorong oleh apa yang disebut sebagai “pertumbuhan sosial” (social increase), yakni jumlah penduduk yang pindah masuk melampaui jumlah yang pindah keluar," ungkap Dinas tenaga kerja Amagasaki, Rabu (25/2/2026).

Sepanjang 2025, tercatat kelebihan pindah masuk sebanyak 3.335 orang, angka yang kembali menyentuh kisaran 3.000-an untuk pertama kalinya sejak 1967 atau 58 tahun lalu.

Peran Akses dan Perbaikan Citra Kota

Amagasaki pernah berkembang pesat sebagai kota industri dan mencatat populasi tertinggi sekitar 554.000 jiwa pada 1970. 

Namun, perubahan struktur industri, berkurangnya tenaga kerja, serta penuaan dan penurunan angka kelahiran membuat jumlah penduduk terus menyusut hingga sekitar 453.000 jiwa pada 2015.

Baca juga: Belajar dari Kisah Punch, Monyet Viral dari Jepang: Mengapa Seekor Induk Menelantarkan Anaknya?

Sejak 2016, tren mulai berbalik dengan kelebihan jumlah pendatang. Pada 2018 dan 2019, populasi juga sempat meningkat, didorong penjualan kompleks apartemen besar di sekitar Stasiun JR Tsukaguchi. Namun pada 2025 tidak ada proyek properti berskala besar.

Wali Kota Amagasaki menyatakan bahwa pembaruan kawasan sekitar Stasiun Hanshin Amagasaki, pembangunan stadion tim kedua Hanshin Tigers, serta kebijakan ramah keluarga kemungkinan turut memperbaiki citra kota dan mendorong minat pindah ke Amagasaki.

Kota ini juga dikenal memiliki akses transportasi yang baik ke Osaka.

Lebih dari Separuh Pendatang adalah Warga Asing

Dari total kelebihan pindah masuk 3.335 orang, sebanyak 1.784 orang atau lebih dari separuhnya merupakan warga negara asing (data sementara). 

Kewarganegaraan terbanyak berasal dari Vietnam, Nepal, dan Indonesia. WNI sekitar 300 orang saat ini di kota Amagasaki.

Sementara itu, meski jumlah pendatang dari rumah tangga satu atau dua orang meningkat signifikan, keluarga dengan anak justru lebih banyak yang pindah keluar. Pemerintah kota menyatakan akan bernegosiasi dengan pengembang properti agar lebih banyak membangun apartemen dan hunian yang cocok bagi keluarga.

Posisi di Tingkat Prefektur

Dalam perbandingan antarwilayah di Prefektur Hyogo pada 2025, Kota Itami mencatat pertambahan penduduk terbesar dengan kenaikan 647 orang, disusul Amagasaki di posisi kedua, dan Kota Akashi di posisi ketiga dengan kenaikan 252 orang.

Untuk kategori kelebihan pindah masuk, Kota Kobe menempati posisi pertama dengan 4.779 orang, sementara Amagasaki berada di peringkat kedua.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved