Iran Vs Amerika Memanas
Negosiasi Nuklir AS–Iran di Jenewa Berakhir Buntu, Bayang-Bayang Perang Kembali Mencuat
versi 165 karakter Negosiasi nuklir AS–Iran di Jenewa berakhir buntu. Armada militer disiagakan, ancaman perang mencuat.
Ringkasan Berita:
- Negosiasi AS–Iran di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan final. Meski disebut ada kemajuan signifikan, perbedaan soal pengayaan uranium dan pencabutan sanksi membuat kedua pihak belum sepakat.
- Iran menuntut hak pengayaan uranium untuk tujuan damai serta pencabutan penuh sanksi. AS bersikeras pada pembatasan ketat, pengawasan internasional.
- Pengerahan militer AS dan respons keras Iran memicu kekhawatiran perang. Namun, pembicaraan teknis akan dilanjutkan di Wina pekan depan.
TRIBUNNEWS.COM - Putaran terbaru pembicaraan nuklir antara AS dan Iran yang digelar di Jenewa Swiss berakhir tanpa kesepakatan final pada Kamis (26/2/2026).
Pernyataan ini diungkap Sayyid Badr Albusaidi, Menteri Luar Negeri Oman yang menjadi mediator perundingan AS dan Iran di Jenewa.
Dalam keterangan resminya Albusaidi, mengungkapkan kondisi terkini dari dialog yang melibatkan utusan Presiden Donald Trump dan delegasi Teheran berlangsung sejak pagi hingga sore hari dengan dinamika yang sangat intens.
Namun, setelah perundingan berjam-jam, kedua delegasi sepakat untuk menghentikan sementara pertemuan tanpa menandatangani kesepakatan apa pun.
"Kami telah menyelesaikan hari ini setelah adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran," ujar Albusaidi dalam unggahannya di media sosial X setelah pertemuan berakhir, dikutip BBC International.
Kebuntuan dialog terjadi karena kedua pihak tetap mempertahankan posisi utama masing-masing yang sulit dipertemukan.
Delegasi Iran yang dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk memperkaya uranium dalam batas tertentu untuk tujuan damai.
Selain itu, Teheran juga menuntut agar seluruh sanksi ekonomi yang selama ini membebani negaranya dicabut sepenuhnya sebagai bagian dari kesepakatan.
"Pihak Iran telah menyatakan dengan jelas tuntutan kami untuk pencabutan sanksi-sanksi AS," tutur Araqchi mengenai substansi pembicaraan di Jenewa.
Di sisi lain, Amerika Serikat tidak ingin memberikan kelonggaran tanpa jaminan kuat. Washington bersikeras agar program nuklir Iran diawasi secara ketat dan dibatasi sedemikian rupa sehingga tidak membuka peluang pengembangan senjata nuklir.
AS juga menyuarakan kekhawatiran terhadap program rudal balistik Iran serta dukungan Teheran terhadap sejumlah kelompok militan di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Tak Terima Diserang, Iran Tuding AS dan Israel Gunakan Propaganda Ala Goebbels
Perbedaan mendasar inilah yang membuat negosiasi belum menghasilkan titik temu, meskipun kedua pihak mengakui adanya kemajuan dalam pembahasan teknis.
Potensi Perang Kembali Mencuat
Kegagalan pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan lantas memicu kekhawatiran publik akan kemungkinan konflik militer terbuka.
Situasi memanas setelah sejumlah laporan menyebutkan bahwa Washington telah mengerahkan armada besar kapal perang dan pesawat tempur ke kawasan Timur Tengah.
Langkah tersebut dipandang sebagai bentuk tekanan terhadap Teheran agar bersedia memenuhi tuntutan Amerika Serikat dalam perundingan.