Senin, 13 April 2026

Penyebab Pakistan Melancarkan Serangan Udara di Kabul dan Beberapa Provinsi Afghanistan

Jet Pakistan mengebom Kabul, Taliban balas serang. Gencatan senjata Qatar terancam runtuh di tengah eskalasi.

Ringkasan Berita:
  • Serangan udara Pakistan menghantam Kabul dan sejumlah wilayah Afghanistan, memicu eskalasi tajam konflik perbatasan kedua negara.
  • Taliban mengklaim membalas dengan menyerang pos militer Pakistan, sementara Islamabad menyebut operasinya sebagai respons terhadap ancaman militan lintas batas.
  • Eskalasi ini mengancam gencatan senjata yang dimediasi Qatar dan meningkatkan kekhawatiran korban sipil serta destabilitas kawasan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Serangan udara Pakistan ke wilayah Afghanistan meningkat tajam pada akhir Februari 2026, dengan jet tempur Islamabad mengebom ibu kota Kabul serta target militer di provinsi lain seperti Kandahar dan Paktia.

Saksi di Kabul melaporkan dentuman ledakan keras dan tembakan artileri anti-udara saat pesawat Pakistan menyerang dini hari.

Taliban Afghanistan menyatakan serangan itu menghantam fasilitas militer mereka, sementara pihak Pakistan menyebut serangan itu sebagai bagian dari respons atas “serangan tidak terprovokasi” oleh pasukan Afghanistan terhadap posisi militer Pakistan di perbatasan.

Pemerintah Pakistan melalui juru bicaranya menegaskan, operasi ini menargetkan markas dan pos militer Taliban serta depot amunisi, mengutip The Star.

Islamabad mengklaim lebih dari 133 pejuang Taliban tewas dan puluhan lainnya luka, serta sejumlah pos musuh hancur.

Sebaliknya, Taliban mengklaim telah menghabisi 55 tentara Pakistan dan merebut 19 pos militer, angka yang dibantah keras oleh Pakistan.

Peristiwa serangan udara Pakistan ini datang hanya beberapa jam setelah pasukan Afghanistan melancarkan serangan lintas batas terhadap pos militer Pakistan di sepanjang Garis Durand — perbatasan panjang yang belum diakui secara formal oleh pemerintahan Kabul.

Taliban mengatakan aksi itu adalah balasan terhadap serangan udara sebelumnya oleh Pakistan di wilayah timur Afghanistan yang menewaskan warga sipil.

Laporan Reuters juga menyebut bahwa bentrokan darat dan tembakan berat terjadi di beberapa titik perbatasan.

Baca juga: Pakistan Bombardir Afghanistan, Taliban Lancarkan Operasi Balasan

Kedua belah pihak saling tuduh menjadi pihak yang memicu pertempuran tersebut. 

Kejadian ini menandai eskalasi yang signifikan dari ketegangan yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Meski belum ada angka resmi luas tentang total korban, laporan media dan sumber PBB menunjukkan bahwa korban sipil dilaporkan terjadi, termasuk luka-luka di kamp pengungsi di perbatasan Torkham yang terkena dampak tembakan lintas batas dan ledakan.

Evakuasi warga di sepanjang frontier semakin intens dilakukan di kedua sisi perbatasan.

Kedua negara sebelumnya sempat mencapai gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar pada Oktober 2025, yang sempat menahan eskalasi selama beberapa bulan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved