Penyebab Pakistan Melancarkan Serangan Udara di Kabul dan Beberapa Provinsi Afghanistan
Jet Pakistan mengebom Kabul, Taliban balas serang. Gencatan senjata Qatar terancam runtuh di tengah eskalasi.
Namun, gencatan senjata itu kini terlihat rapuh, dengan serangkaian serangan dan balasan terbaru yang menguji komitmen kedua pihak terhadap penghentian permusuhan.
Tuduhan dan Latar Belakang
Pemerintah Pakistan menggambarkan aksi militer ini sebagai respons terhadap ancaman terhadap integritas teritorial dan keamanan nasionalnya, menuduh Kabul membiarkan kelompok militan seperti Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) dan cabang Islamic State Khorasan Province (ISKP) beroperasi dari dalam Afghanistan.
Islamabad juga menyebut bahwa “kesabaran sudah habis” dan menyatakan situasi sebagai semacam “perang terbuka” dengan Afghanistan.
Sementara itu, Taliban menolak tuduhan bahwa mereka memberi perlindungan kepada kelompok militan tersebut dan mengecam serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan.
PBB menyerukan kedua pihak untuk menunjukkan pengekangan dan perlindungan terhadap warga sipil, serta kembali ke jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan.
Konflik ini merupakan puncak dari ketegangan yang meningkat selama beberapa bulan terakhir, termasuk serangan udara Pakistan pada 22 Februari 2026 terhadap kamp-kamp yang diklaim sebagai basis TTP di provinsi Nangarhar dan Paktika, yang menurut sumber Taliban juga menyebabkan korban sipil.
Afghanistan memandang tindakan Pakistan sebagai pelanggaran hukum internasional, sementara Islamabad bersikeras serangan itu merupakan operasi yang cermat berdasarkan intelijen untuk menargetkan militan.
Ketegangan berkepanjangan ini mencerminkan konflik yang lebih luas antara kedua negara yang berbagi garis perbatasan sepanjang lebih dari 2.600 km dan memiliki sejarah panjang perselisihan politik, militer, dan keamanan sejak pengambilalihan Taliban di Afghanistan pada 2021.