Oleh-oleh Modi dari Kunjungan ke Israel, Jawaban Spekulasi Sistem Iron Dome
Kunjungan Narendra Modi ke Israel menghasilkan 17 perjanjian kerja sama bilateral, bagaimana dengan sistem Iron Dome?
Ringkasan Berita:
- PM Modi kembali dari kunjungan ke Israel dengan 17 kesepakatan kerja sama, namun tanpa transfer sistem Iron Dome.
- Transfer teknologi pertahanan seperti Iron Dome tertunda karena keterlibatan AS dalam regulasi ekspor.
- Kesepakatan mencakup kolaborasi teknologi, keamanan, dan penempatan tenaga kerja India ke Israel.
TRIBUNNEWS.COM - Narendra Modi, Perdana Menteri India, pulang ke New Delhi setelah lawatan resmi ke Israel yang berlangsung pada akhir Februari 2026.
Kunjungan tersebut menghasilkan sebanyak 17 perjanjian kerja sama bilateral.
Di antaranya di berbagai bidang seperti perdagangan, teknologi, keamanan siber, dan sektor pertahanan.
Kesepakatan ini menunjukkan kedekatan hubungan diplomatik yang semakin kuat antara India dan Israel.
Perjanjian tersebut juga mencakup komitmen kedua negara untuk mempercepat pembicaraan menuju Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement) guna mendongkrak volume perdagangan antara New Delhi dan Tel Aviv, seperti diberitakan TRT World.
Meski banyak laporan media India sempat berspekulasi tentang kemungkinan India memperoleh sistem pertahanan udara Iron Dome dari Israel, hal itu tidak termasuk dalam perjanjian yang ditandatangani dalam kunjungan tersebut.
Sistem Iron Dome merupakan teknologi pertahanan udara jarak pendek yang digunakan Israel untuk mencegat roket, artileri, dan drone musuh, sementara Iron Beam adalah sistem berbasis laser yang sedang dikembangkan sebagai pelengkap Iron Dome.
Namun, karena sebagian besar komponen dan pendanaan teknologi ini melibatkan Amerika Serikat, Israel tidak dapat mentransfer data desain penuh atau teknologi inti sistem ini tanpa persetujuan resmi dari Washington.
Hal ini berarti meskipun kedua negara membahas kemungkinan kolaborasi pertahanan yang lebih luas, transfer langsung platform Iron Dome atau Iron Beam tidak terjadi dalam kunjungan tersebut.
Fokus Kerja Sama
Kesepakatan yang ditandatangani lebih menitikberatkan pada kerja sama dalam pengembangan teknologi pertahanan, produksi bersama, dan pertukaran teknologi di sejumlah area strategis — termasuk keamanan siber, inovasi teknologi, dan sektor militer non-spesifik sistem Iron Dome.
Negosiasi mengenai pertahanan ini mencerminkan dorongan kedua negara untuk mempererat konektivitas strategis dan keamanan di tengah dinamika geopolitik yang berkembang di Asia dan Timur Tengah.
Kunjungan Modi juga memicu kritik dari partai-partai oposisi di India.
Mereka mendesak agar perjalanan tersebut dipertanyakan karena dinilai mengikis prinsip kebijakan luar negeri India yang selama ini netral serta dianggap tidak sejalan dengan sorotan global terhadap kebijakan Israel di Gaza.
Kritikus menilai keputusan New Delhi untuk semakin dekat dengan Tel Aviv sebagai “pengkhianatan” terhadap nilai historis India yang mendukung solusi damai dalam konflik Timur Tengah.
Selain itu, salah satu dampak dari perjanjian itu adalah persetujuan dari Israel untuk mengizinkan sekitar 50.000 pekerja tambahan asal India memasuki pasar tenaga kerja Israel selama lima tahun ke depan, terutama di sektor manufaktur.
Hal ini dianggap sebagai peluang ekonomi penting bagi tenaga kerja India dan bagian dari dorongan untuk memperluas hubungan ekonomi kedua negara.
Latar Belakang Hubungan India–Israel
Hubungan India dan Israel telah melewati era baru sejak beberapa tahun terakhir, ditandai oleh peningkatan kerja sama di berbagai bidang termasuk pertahanan, perdagangan, dan sektor teknologi.
Di bawah kepemimpinan Modi, hubungan kedua negara terus diperdalam, meskipun kebijakan ini tidak lepas dari sorotan internasional, khususnya mengenai posisi India terhadap konflik di Gaza yang sempat mengundang kritik karena dianggap kurang tegas mengutuk kekerasan di wilayah tersebut.
Lawatan Perdana Menteri Modi ke Israel memperkuat hubungan bilateral kedua negara melalui puluhan kesepakatan strategis.
Namun, harapan tentang transfer sistem pertahanan udara Iron Dome ke India batal terwujud karena keterbatasan hukum internasional dan persyaratan persetujuan AS.
Perjalanan ini sekaligus membuka peluang baru dalam kerja sama teknologi dan ekonomi, namun juga memunculkan kritik politik domestik di India.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.