Kamis, 16 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Seperti Tak Mau Ada Perdamaian, Netanyahu Tetap Akan Serang Iran Meski Ada Perundingan dengan AS

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu nekat akan tetap menyerang Iran meski ada perundingan damai dengan AS.

Ringkasan Berita:
  • Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu nekat akan tetap menyerang Iran meski ada perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS).
  • Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan video bahwa AS terus memberikan informasi terbaru kepada Israel mengenai kontaknya dengan Iran.
  • Ia menekankan bahwa pihaknya siap menghadapi segala skenario, termasuk kemungkinan pecahnya kembali perang jika kesepakatan tidak tercapai.

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengaku negaranya siap melanjutkan perang dengan Iran.

Padahal, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah memberikan isyarat perundingan damai dengan Iran bakal terjadi.

Baik AS maupun Iran telah berupaya menjembatani kesenjangan yang tersisa dan mencapai kesepakatan sebelum gencatan senjata berakhir pada 21 April 2026.

Bahkan, delegasi Pakistan yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Syed Asim Munir Ahmed Shah tiba di Teheran pada Rabu (15/4/2026) untuk melakukan pembicaraan langsung dengan para pejabat Teheran.

Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan video, AS terus memberikan informasi terbaru kepada Israel mengenai kontaknya dengan Iran.

"Kami ingin melihat material uranium yang diperkaya milik Iran disingkirkan, dan kami ingin melihat penghapusan kemampuan pengayaan uranium di dalam Iran."

"Dan tentu saja, kami ingin melihat pembukaan kembali selat tersebut," ucap Netanyahu, mengutip The Times of Israel.

Ia menekankan, pihaknya siap menghadapi segala skenario, termasuk kemungkinan pecahnya kembali perang jika kesepakatan tidak tercapai.

"Terlalu dini untuk memprediksi hasil akhirnya."

"Namun, melihat dinamika yang ada, kami bersiap untuk skenario apa pun, termasuk melanjutkan pertempuran," tegas Netanyahu dalam sebuah video singkat.

Baca juga: Konflik Iran di Luar Skenario AS, Trump Dinilai Tak Siap Perang Jangka Panjang

AS Siap Damai dengan Iran

Upaya damai antara AS dan Iran dilaporkan menunjukkan titik terang.

Pakistan, yang mengambil peran sebagai mediator, disebut-sebut berhasil membawa kedua negara ke arah terobosan diplomatis yang selama ini dinanti dunia.

Berdasarkan laporan Al Jazeera, optimisme ini mencuat setelah adanya laporan "kemajuan besar" terkait program nuklir Iran.

Langkah ini menjadi krusial mengingat masa gencatan senjata antara Washington dan Teheran akan segera kedaluwarsa pada 21 April 2026 mendatang.

Untuk merealisasikan perundingan itu, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Syed Asim Munir Ahmed Shah telah mendarat di Teheran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved