Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelenskyy Akan Tunjuk Perwakilan Baru Ukraina di Belarusia
Presiden Ukraina Zelenskyy sebut kementerian luar negerinya akan tunjuk perwakilan baru untuk negaranya di Belarusia, negara yang dekat dengan Rusia.
Perdana Menteri Slovakia Robert Fico dan Viktor Orbán menuduh Zelenskyy melakukan “pemerasan” terkait jalur pipa tersebut.
Ukraina menyatakan pipa Druzhba rusak akibat serangan udara Rusia pada 27 Januari.
Namun, Slovakia dan Hungaria mengatakan pipa itu sudah diperbaiki.
Di tengah perselisihan ini, Orbán juga memblokir pinjaman darurat Uni Eropa untuk Ukraina.
-
Gencatan Senjata Lokal di PLTN Zaporizhzhia
Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency) mengumumkan telah menengahi gencatan senjata sementara antara Rusia dan Ukraina.
Kesepakatan ini memungkinkan pemulihan pasokan listrik cadangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia.
Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, mengatakan ini adalah gencatan senjata lokal kelima yang berhasil mereka negosiasikan sejak perang dimulai.
-
55 Warga Ghana Tewas dalam Perang Dukung Rusia
Setidaknya 55 warga Ghana dilaporkan tewas setelah diduga “dipancing” untuk ikut berperang di pihak Rusia.
Menteri Luar Negeri Ghana, Samuel Okudzeto Ablakwa, mengatakan bahwa sejak 2022 ada 272 warga Ghana yang diyakini direkrut. Dari jumlah itu, sekitar 55 orang meninggal dan dua orang menjadi tawanan perang.
Belakangan ini, makin banyak laporan tentang pria-pria Afrika yang dijanjikan pekerjaan di Rusia, tetapi kemudian dikirim ke medan perang di Ukraina. Hal ini memicu ketegangan antara Rusia dan beberapa negara Afrika.
Rusia membantah merekrut warga Afrika secara ilegal. Sementara itu, Ukraina menyebut lebih dari 1.780 warga Afrika dari 36 negara saat ini bertempur di pihak militer Rusia.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Z3l3nskyy-34t43t4t4t4tf4.jpg)