Senin, 20 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Rumah Sakit Israel Pindah ke Bawah Tanah, Antisipasi Balasan Rudal Iran

Israel memindahkan layanan rumah sakit terbesar ke bawah tanah untuk mengantisipasi serangan balasan Iran, setelah Israel menyerang Teheran.

Facebook Rumah Sakit Hadassah
RS BAWAH TANAH - Gambar diunduh dari Facebook Rumah Sakit Hadassah, Sabtu (28/2/2026). Israel memerintahkan rumah sakit terbesarnya untuk membuka layanan bawah tanah, menyusul serangan balasan dari Iran pada Sabtu pagi. 

Ringkasan Berita:
  • Israel meminta rumah sakit terbesar untuk memindahkan layanan ke bawah tanah.
  • Warga diminta pergi ke tempat perlindungan bom di tengah serangan balasan Iran.
  • Israel memulai serangan pendahuluan ke Iran pada Sabtu pagi, menargetkan sejumlah gedung militer, termasuk pangkalan Garda Revolusi Iran di Teheran.

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Kesehatan Israel memindahkan operasi pelayanan di beberapa rumah sakit terbesar ke bawah tanah untuk mengantisipasi serangan balasan Iran.

Kementerian tersebut juga memerintahkan tingkat kesiapan tertinggi di fasilitas medis.

“Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan rumah sakit untuk memulangkan pasien yang tidak memerlukan rawat inap,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, Sabtu (28/2/2026).

Pusat Medis Sourasky di Tel Aviv telah membuka rumah sakit darurat bawah tanahnya dan mulai memindahkan pasien dan departemen ke fasilitas yang diperkuat tersebut.

“Unit-unit perawatan pasien sensitif telah mulai beroperasi di ruang-ruang yang terlindungi,” kata pihak rumah sakit, seperti diberitakan BBC.

Fasilitas kesehatan lainnya, Sheba Medical Center di Ramat Gan sedang bersiap untuk memindahkan departemen-departemennya ke fasilitas bawah tanah.

“Seluruh tim medis, keperawatan, dan logistik siap dan siaga untuk memberikan perawatan medis yang optimal dan cepat kepada setiap pasien,” kata pihak Sheba Medical Center.

Sementara rumah sakit Rambam di Haifa mengatakan mereka sedang mengosongkan fasilitas parkir bawah tanah untuk mempersiapkan diri menghadapi "keadaan darurat."

“Masyarakat diminta untuk tidak datang kecuali dalam situasi medis yang mendesak dan darurat,” kata pihak rumah sakit Rambam.

Sementara itu, Magen David Adom, layanan tanggap darurat Israel, menyatakan siap berkoordinasi penuh dengan Komando Pertahanan Dalam Negeri, militer Israel, dan Kementerian Kesehatan saat mereka beralih dari operasi rutin ke operasi darurat.

Baca juga: Iran Luncurkan Rudal ke Israel, Sirene Berbunyi di Israel Utara

Israel Serang Iran

Sebelumnya, dalam koordinasi dengan AS, Israel telah meluncurkan serangan pendahuluan terhadap Iran pada Sabtu pagi.

Serangan tersebut menargetkan sejumlah target, di antaranya pangkalan Garda Revolusi Iran, Kementerian Intelijen Iran, dan fasilitas pertahanan lainnya.

Militer Israel mengumumkan serangan itu dilakukan karena mereka yakin Iran berencana untuk menyerang dalam waktu dekat.

Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil, Majid Akhavan, mengatakan negaranya menutup wilayah udaranya selama enam jam setelah serangan tersebut.

"Wilayah udara akan ditutup selama enam jam," lapor IRNA, mengutip pejabat tersebut, seraya menambahkan, "Ledakan hebat terdengar di beberapa bagian Teheran. Asap tebal terlihat di pusat kota Teheran."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved