Iran Vs Amerika Memanas
Great Institute Apresiasi Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik Israel-Iran
Presiden Prabowo menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator untuk menghentikan aksi saling serang antara Israel yang dibantu AS, dengan Iran.
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator untuk menghentikan aksi saling serang antara Israel yang dibantu Amerika Serikat dengan Iran.
- Langkah ini mendapat dukungan dari GREAT Institute.
- GREAT Institute menilai perdamaian harus menjadi prioritas utama di tengah situasi yang kian memanas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator untuk menghentikan aksi saling serang antara Israel yang dibantu Amerika Serikat, dengan Iran.
Langkah ini mendapat dukungan dari GREAT Institute yang menilai perdamaian harus menjadi prioritas utama di tengah situasi yang kian memanas.
Great Institute atau Global Research on Economics, Advance Technology, and Politics resmi diluncurkan pada Selasa (3/6/2025).
Baca juga: Pemerintah Indonesia Sesalkan Gagalnya Diplomasi Amerika Serikat-Iran
Lembaga ini berupaya menjawab tantangan kebangsaan melalui riset serta memosisikan diri sebagai mitra strategis pemangku kebijakan, kampus, pelaku industri, dan masyarakat.
"Sayang sekali pembicaraan damai AS-Iran yang sehari sebelumnya dilaporkan mencapai kemajuan berarti mendadak rusak oleh serangan Israel. Ini membuktikan pemerintahan Benjamin Netanyahu punya kepentingan lain yang merugikan perdamaian kawasan juga membahayakan keselamatan warga Israel sendiri," kata Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Ia menegaskan jalur dialog harus tetap menjadi pilihan utama dan Indonesia dapat memainkan peran penting sebagai penengah.
"Tidak ada yang lebih berharga dari perdamaian kawasan dan keselamatan umat manusia di seluruh dunia. Kami mengapresiasi kesediaan Presiden Prabowo mengajak kita semua terhindar dari kehancuran yang tak terkira," ujarnya.
Teguh juga mengatakan serangan balasan Iran adalah upaya untuk "menyamakan" kedudukan, dan itu legal karena dijamin dalam Piagam PBB.
Menurutnya, setelah posisi para pihak kembali seimbang, momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk meredakan ketegangan dan memulai kembali pembicaraan damai demi stabilitas kawasan dan keselamatan global.
Adapun kesediaan Prabowo menjadi mediator disampaikan melalui akun X resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (@Kemlu_RI).
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis @Kemlu_RI.
Serangan Israel
Ledakan besar terdengar di pusat Kota Tehran setelah Israel mengumumkan serangan rudal terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).