Iran Vs Amerika Memanas
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei Dilaporkan Tewas dalam Serangan AS-Israel di Iran
Media resmi milik Iran, Press TV, Kantor berita Tasnim dan Fars mengkonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Khamenei memulai pendidikannya pada usia empat tahun, mempelajari Al-Quran, dan menyelesaikan pendidikan dasar di sekolah Islam pertama di Mashhad.
Ia tidak menyelesaikan sekolah menengah atas, melainkan bersekolah di sekolah teologi dan belajar dari ulama Islam terkemuka pada masanya, seperti ayahnya, dan Syekh Hashem Ghazvini.
Pada tahun-tahun berikutnya, ia melanjutkan studinya di pusat-pusat pendidikan tinggi Syiah yang lebih bergengsi di Najaf dan Qom.
Khamenei diketahui mengambil alih kepemimpinan Republik Islam pada tahun 1989 setelah kematian Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin karismatik yang telah mempelopori revolusi Islam satu dekade sebelumnya.
Meskipun Khomeini adalah kekuatan ideologis di balik revolusi yang mengakhiri kekuasaan monarki Pahlavi, Khamenei-lah yang membentuk aparat militer dan paramiliter yang menjadi pertahanan Iran terhadap musuh-musuhnya, dan memberinya pengaruh yang meluas jauh melampaui perbatasannya.
Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, Khamenei telah memimpin Iran sebagai presiden melalui perang berdarah dengan Irak pada tahun 1980-an.
Konflik yang berkepanjangan, ditambah dengan rasa isolasi di antara banyak warga Iran karena negara-negara Barat mendukung pemimpin Irak Saddam Hussein, memperdalam ketidakpercayaan Khamenei terhadap Barat secara umum dan Amerika Serikat secara khusus, kata para analis.
Sentimen tersebut akan menjadi landasan pemerintahannya yang berlangsung selama beberapa dekade dan memperkuat gagasan bahwa Iran harus tetap dalam keadaan siaga terus-menerus terhadap ancaman eksternal dan internal.
Iran diserang
Adapun, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang memicu ledakan di ibu kota Teheran dan peningkatan ketegangan di seluruh kawasan.
Tak lama setelah itu, Donald Trump kemudian mengunggah pernyataan video yang mengumumkan operasi tempur AS di Iran, dengan tujuan menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi.
Dari laporan lapangan menunjukkan asap tebal mengepul di atas distrik Pasteur, Teheran, yang merupakan lokasi kediaman Khamenei.
Otoritas Iran pun segera melakukan pengerahan keamanan besar-besaran di ibu kota.
Pihak AS dan Israel menegaskan bahwa operasi ini menargetkan situs-situs militer.
Militer Israel juga mengeluarkan peringatan agar warga sipil Iran menjauhi infrastruktur militer demi menghindari korban jiwa.
Disebutkan bahwa serangan tersebut merupakan tindak lanjut dari perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara AS dan Israel.
(Tribunnews.com/Rifqah)